Prabowo Bahas Kerja Sama PLTN dengan Rosatom Rusia
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter spesialis Bedah Onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Farida Briani Sobri mengatakan prosedur biopsi yang sering kali memicu kecemasan bisa menjadi kunci menuju pengobatan kanker payudara yang lebih tepat dan personal.
"Biopsi tak hanya tentang 'mengetahui', tapi juga tentang menyesuaikan langkah pengobatan yang paling tepat untuk tiap individu. Lewat biopsi, dokter bisa memastikan apakah sel-sel di tubuh bersifat ganas, serta memahami sifat biologis kanker itu sendiri," kata Farida dilansir Antara, Rabu (11/6/2025).
Biopsi sangat penting dilakukan pada penderita kanker payudara, karena dengan biopsi, dokter akan dapat memeriksakan penanda tumor (ER,PR,HER2,KI67) dan menentukan tipe-tipe kanker payudara (luminal A, luminal B, HER2-type, dan TNBC) di mana penentuan tipe kanker payudara sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat.
BACA JUGA: Profil Ayla Naznin Siswa SDIT Luqman Al Hakim, Peraih Nilai ASPD 2025 Tertinggi di Jogja
Hal ini karena sekadar melihat kelainan payudara melalui benjolan saja tidak bisa memastikan itu merupakan kanker. Ia mengatakan hanya 10 persen saja dari kelainan payudara yang merupakan kanker. Maka itu perlunya bersikap tenang namun tetap kritis. Ia juga mengingatkan pasien untuk tidak panik namun juga jangan abai.
Menurut Farida, penting untuk memahami bahwa biopsi bisa jadi perlu dilakukan kembali, terutama jika terjadi perubahan selama atau setelah pengobatan.
"Rebiopsi mungkin diperlukan jika terjadi perubahan pada kondisi pasien atau respons terhadap terapi tidak sesuai harapan, untuk memastikan apakah karakteristik kanker tetap sama atau sudah berubah— karena perubahan inilah yang dapat memengaruhi strategi pengobatan selanjutnya,” jelasnya.
Farida mengajak pasien kanker payudara agar tidak perlu takut melakukan biopsi dan rebiopsi, berkat kemajuan teknologi medis, prosedur ini kini lebih minim invasif dan lebih nyaman. Ia mengatakan saat ini, sebagian besar prosedur biopsi dapat dilakukan tanpa operasi terbuka, cukup dengan jarum halus yang dipandu oleh teknologi pencitraan seperti USG, mamografi, atau MRI.
"Dari segi biaya pun lebih efisien, hanya sekitar seperempat hingga setengah dari biaya operasi terbuka,” jelasnya.
Merujuk pada National Breast Cancer Foundation, Inc., setidaknya terdapat empat tipe biopsi kanker payudara, antara lain fine-needle aspiration, core-needle biopsy, surgical biopsy dan skin punch biopsy.
Pemilihan jenis biopsi yang paling tepat sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti usia, riwayat kesehatan, ukuran benjolan, lokasi, dan tampilan area mencurigakan pada payudara.
Dengan pendekatan yang tepat dan teknologi yang terus berkembang, biopsi kini dapat dilakukan dengan lebih aman, nyaman, dan akurat—membantu memastikan pasien mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang sesuai sejak awal.
Pendiri Yayasan Smart Pink Indonesia ini mengatakan benjolan pada payudara sebagian besar bersifat jinak. Data dari Breast Cancer Research Foundation menunjukkan hanya 3–6 persen benjolan yang bersifat ganas, sementara menurut Stony Brook Cancer Center, 80 persen benjolan yang diperiksa lewat biopsi ternyata tidak berbahaya.
BACA JUGA: Sapi Tercebur di Kolam 5 Meter, Petugas Damkar Gunungkidul Lakukan Penyelamatan
Oleh karena itu, langkah pertama yang bijak saat menemukan kelainan adalah tidak terburu-buru menyimpulkan, melainkan segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan evaluasi yang tepat yang memberikan kejelasan dan ketenangan.
Farida menekankan pentingnya pasien memahami dasar-dasar tentang kanker payudara, mulai dari jenis, subtipe, hingga pilihan terapinya. Pemahaman ini akan membantu pasien merasa lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih terlibat dalam proses pengobatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.
Ramalan zodiak 13 Mei 2026: Aries & Scorpio waspadai konflik asmara. Ada pengeluaran mendadak. Simak saran untuk 12 zodiak agar hari lebih tenang.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menang hanya 23 menit pada hari pertama Thailand Open 2026 di Bangkok.
Tanggal 13 Mei diperingati sebagai World Cocktail Day, World Fair Trade Day, dan National Apple Pie Day.
Penguatan karakter anak dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat