Masker KN-95 Mulai Langka, Produksi Dalam Negeri Masih Longgar
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Jalan kaki - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Meskipun terlihat sederhana, jalan kaki memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh, terutama dalam upaya menurunkan berat badan secara bertahap dan berkelanjutan. Namun demikian, untuk memperoleh hasil yang optimal, perlu dipahami durasi dan teknik jalan kaki yang tepat.
Pentingnya Jalan Kaki dalam Menurunkan Berat Badan
Dilansir dari kemenkes.go.id, Jumat (25/4/2025), jalan kaki termasuk dalam kategori latihan aerobik intensitas rendah hingga sedang. Aktivitas ini membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, serta memperkuat sistem kardiovaskular.
Jalan kaki juga dapat mengurangi stres, memperbaiki kualitas tidur, dan menjaga keseimbangan hormon, yang semuanya turut berperan dalam proses penurunan berat badan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas fisik sedang selama minimal 150 menit per minggu. Jalan kaki bisa menjadi pilihan utama dalam memenuhi rekomendasi tersebut.
Durasi Ideal Jalan Kaki untuk Penurunan Berat Badan
Banyak orang bertanya, berapa lama sebaiknya berjalan kaki setiap hari agar berat badan turun? Jawabannya bergantung pada beberapa faktor, seperti berat badan awal, intensitas berjalan, pola makan, dan kondisi kesehatan secara umum. Namun, sebagai patokan umum, berikut adalah panduan durasi jalan kaki.
BACA JUGA: Ratusan Ribu Pelayat Menghadiri Upacara Pemakaman Paus Fransiskus
Cara Jalan Kaki yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
Dilansir dari healthline.com, berikut adalah beberapa cara jalan kaki yang benar.
Jalan kaki dengan kecepatan sedang hingga cepat lebih efektif dalam membakar kalori. Kecepatan ideal berada pada kisaran 5–6 km per jam. Jalan cepat (brisk walking) memungkinkan detak jantung meningkat dan pembakaran kalori lebih optimal.
Postur tubuh saat berjalan sangat penting. Punggung harus tegak, bahu rileks, dan tangan diayunkan sejajar dengan langkah kaki. Posisi tubuh yang baik mencegah cedera serta membantu tubuh bergerak lebih efisien.
Berjalan di jalur menanjak atau menaiki tangga dapat meningkatkan intensitas latihan. Jalan kaki di medan seperti ini membakar lebih banyak kalori dan memperkuat otot-otot kaki serta bokong.
Mengombinasikan jalan cepat dengan jeda berjalan lambat atau menambahkan lari ringan dalam interval tertentu (interval walking) dapat mempercepat proses pembakaran lemak.
Kunci utama dari penurunan berat badan melalui jalan kaki adalah konsistensi. Mulailah dengan durasi pendek jika belum terbiasa, kemudian tingkatkan perlahan-lahan. Hindari memaksakan tubuh karena dapat menyebabkan cedera.
Perlu diingat bahwa jalan kaki tidak akan efektif menurunkan berat badan jika tidak diiringi dengan pola makan yang sehat dan teratur. Kurangi asupan gula, makanan olahan, dan lemak jenuh. Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein tanpa lemak, serta air putih.
Jalan kaki adalah olahraga sederhana yang jika dilakukan dengan durasi dan teknik yang tepat, dapat menjadi alat efektif untuk menurunkan berat badan.
Dengan berjalan kaki selama 30 hingga 60 menit setiap hari, menjaga postur dan kecepatan yang tepat, serta mengombinasikannya dengan pola makan sehat, berat badan ideal dapat dicapai secara alami dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Bapanas menegaskan bansos beras tahap II 2026 harus diterima utuh tanpa pungutan. Cek syarat, penerima, dan cara mengambilnya.
Perkembangan AI dinilai harus tetap berpijak pada martabat manusia, kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab.
KTT BRICS ke-18 di India mempertemukan 11 negara anggota di tengah konflik AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global.
Sekolah di Jogja memperkuat literasi, numerasi, dan STEM berbasis PISA untuk meningkatkan daya kritis, kreativitas, dan kemampuan siswa.
Tim SAR mengerahkan helikopter HR-3604 untuk memperluas pencarian delapan jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda.