Advertisement
Masalah Pencernaan Bisa Memicu Perilaku Negatif pada Anak-Anak
Anak marah - Ilustrasi dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kondisi saluran cerna bisa menjadi penyebab anak berperilaku negatif seperti mudah marah atau sulit bersosialisasi. Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Anak yang juga Ahli Gastro Hepatologi jebolan Universitas Indonesia Dr. dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K).
“Permasalahan yang berkaitan dengan perilaku itu sering kali dibilang karena asuhan orang tuanya pasti tidak benar, padahal, yang banyak tidak diketahui orang adalah mood dan perilaku itu banyak dipengaruhi oleh kondisi saluran cernanya,” kata dia pada konferensi pers Lactogrow di Jakarta, Kamis (25/4/2025).
Advertisement
Ia menjelaskan bahwa suasana hati atau mood yang baik sangat memengaruhi kemampuan anak untuk bersosialisasi. Ketika mood buruk, anak cenderung agresif, mudah tersinggung, hingga menolak bermain.
Namun hal yang mengejutkan, banyak kasus mood buruk ini ternyata berkaitan dengan kesehatan pencernaan, bukan semata-mata pola asuh.
“Ada yang namanya gut-brain axis, itu adalah hubungan antara usus dengan otak, ternyata ada hubungannya, dan usus itu disebut sebagai otak kedua, karena hal-hal yang ada di dalam usus itu ternyata memengaruhi hal-hal yang ada di otak,” ujar Ariani.
BACA JUGA: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fisik Gedung Baru DPRD DIY Dimulai Hari Ini
Dia menjelaskan, hubungan antara usus dan otak dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak. Di dalam usus, terdapat jutaan bakteri baik yang berperan penting dalam metabolisme dan kestabilan emosi.
Sayangnya, konsumsi makanan ultra-proses seperti mi instan hingga gorengan bisa merusak keseimbangan bakteri ini. Akibatnya, pencernaan terganggu dan berdampak pada perilaku anak. Ia menekankan pentingnya menjaga saluran cerna tetap sehat dengan memberikan anak makanan bergizi dan seimbang.
“Jika saluran cernanya tidak sehat, bakteri baiknya akan kurang, sehingga nanti akan sangat memengaruhi. Itu yang terjadi kalau anak tidak mendapatkan nutrisi yang baik,” demikian penjelasan dokter Ariani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banyak Sopir Tidur di Bahu Jalan Tol MBZ Picu Kemacetan Panjang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pasar Ramadan Bantul Jadi Magnet Warga Saat Jelang Buka Puasa
- 3 Titik Wisata di Gunungkidul Ini Diprediksi Paling Padat Saat Lebaran
- Cuaca Lebaran di Jogja Bisa Berubah Cepat, Ini Kata BMKG
- Sampah Bantul Naik Saat Lebaran, Area Wisata Jadi Sorotan
- Mudik Lebaran 2026, 28 Masjid di Kulonprogo Buka 24 Jam
Advertisement
Advertisement








