China Luncurkan Shenzhou-23, Astronot Disiapkan Setahun di Orbit
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Sutradara film asal Korea Selatan, Bong Joon-ho. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Bong Joon-ho penulis dan sutradara asal Korea Selatan merilis film terbaru berjudul Mickey 17.
Bong telah sebelumnya telah memenangkan Oscar, BAFTA, dan Palme d’Or di Festival Film Cannes, dan dia juga bertanggung jawab atas beberapa film terlaris dalam sejarah sinema Korea Selatan.
Film-filmnya berkisar dari fiksi ilmiah berkonsep tinggi hingga drama kriminal yang sadis, yang semuanya disajikan dengan gaya visual dan kecerdasan yang sama.
Setelah sukses berkiprah di Korea Selatan, Bong kini juga telah memantapkan jejaknya membuat film-film terbaik di Hollywood, dan dia merupakan salah satu tokoh kunci dalam kebangkitan budaya pop Korea Selatan di seluruh dunia.
Film terbarunya, sebuah karya fiksi ilmiah yang dibintangi Robert Pattinson, Mickey 17, sudah mulai tayang di bioskop. Namun, karya-karya sebelumnya tak kalah menawan. Berikut ini adalah urutan 7 film terbaik karya Bong Joon-ho:
Okja
Okja jadi film Bong yang paling lemah, tetapi sebenarnya sudah menampilkan lebih ekspektasi, dengan berbagai perubahan yang mengagetkan dan penampilan aneh yang tidak terduga dari Tilda Swinton dan Jake Gyllenhaal.
Judulnya mengacu pada "babi super" yang direkayasa secara genetika yang menjalin ikatan dengan seorang remaja Korea (An Seo-hyun) yang bertekad untuk menyelamatkannya dari pembantaian yang telah ditentukan sebelumnya.
Film-film Bong sering kali lugas dan provokatif, tetapi bahkan menurut standar tersebut, "Okja" dinilai terlalu kaku dan bertele-tele.
Namun, Okja memiliki adegan kejar-kejaran yang fantastis dan beberapa penggunaan efek khusus terbaik (special effects/SFX), yang membuat Okja mengesankan.
Memories of Murder
Film kedua Bong merupakan film pertama yang membuatnya mendapat pengakuan internasional, dengan cerita suram yang terinspirasi oleh kasus pembunuh berantai pertama di Korea Selatan yang belum terpecahkan saat itu.
Aktor langganan Bong, Song Kang-ho, berperan sebagai detektif polisi pedesaan yang kasar dan membenci sosok polisi dari kota, Kim Sang-kyung, yang dikirim dari Seoul untuk membantu penyelidikannya atas serangkaian pembunuhan brutal.
Film ini menampilkan kisah campuran khas Bong, menggabungkan antara humor dan keputusasaan dengan apik.
Berlatar tahun 1986, film ini juga membahas periode transisi penting dalam sejarah Korea Selatan, menyaring berbagai pengamatan yang lebih mendalam melalui lensa cerita kriminalnya.
BACA JUGA: Pemerintah Berikan Insentif Diskon PPN 6 Persen untuk Pesawat Ekonomi
The Host
Film monster satu ini membantu Bong menjangkau khalayak yang lebih luas, membuatnya mendapat pengakuan hampir universal di AS dan kesempatan untuk bekerja dalam skala yang lebih besar.
Meskipun bujetnya jauh lebih kecil daripada film laris Hollywood pada umumnya, “The Host” tetap diterima secara luas, dengan ceritanya tentang monster yang diciptakan oleh polusi yang muncul dari Sungai Han (Hangang) dan meneror penduduk Seoul.
Mengikuti tradisi film klasik mulai dari “Godzilla” hingga “The Blob,” Bong menggunakan monster itu sebagai gambaran atas kegagalan lembaga untuk melindungi orang-orang biasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.