Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi 2026, Kuota 20 Ribu Peserta
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 3 dibuka hingga 9 Juli 2026. Kuota 20 ribu peserta, cek syarat dan jadwal lengkapnya.
Foto ilustrasi makanan pendamping asi (MPASI) - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Buah dan sayur disarankan bukan menjadi makanan utama dalam menu makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang diberikan kepada anak.
Dokter spesialis anak dari RSUD dr. Soetomo Surabaya Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, SpA(K) menyebutkan alasan peran buah dan sayur tidak boleh menjadi makanan utama dengan jumlah banyak saat pemberian MPASI karena adanya zat bernama antinutrisi yang biasanya banyak ditemukan dalam sumber serat itu.
Antinutrisi adalah senyawa yang dapat ditemukan di dalam bahan makanan yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi penting seperti mikronutrien yang terdiri dari vitamin dan mineral.
"Antinutrient (antinutrisi) yang biasa terdapat pada plant based nutrition baik itu dari sayur, buah, dan protein nabati. Itu dapat menghambat penyerapan zat penting seperti zat besi dan zinc. (Antinutrient) sebagai contohnya phytic acid, tannin, oxalic acid, goitrogen, dan lain sebagainya," kata dokter Meta dalam webinar yang diselenggarakan IDAI dan diikuti dari Jakarta, Selasa (21/1/2024).
Adapun beberapa contoh sayur dan buah yang terkonfirmasi memiliki senyawa antinutrisi diantaranya seperti daun bayam (mengandung oxalic acid mencegah penyerapan kalsium), teh (mengandung tanin mencegah penyerapan zat besi), kol dan kubis (mengandung goitrogenic mencegah penyerapan yodium).
BACA JUGA: Mitra Makan Bergizi Gratis Hanya Bisa Daftar lewat Web Resmi, Lainnya Dipastikan Bodong
Padahal dalam MPASI, nutrisi-nutrisi seperti zat besi, zinc, kalsium, dan yodium merupakan mikronutrien yang perlu dipenuhi sehingga anak bisa memiliki pertumbuhan dan perkembangan optimal di fase 1000 hari kehidupan pertama (HPK).
Maka dari itu, dokter Meta menyarankan agar bahan pangan serat yaitu buah dan sayur khususnya yang memiliki kandungan antinutrisi ada baiknya dalam menu MPASI hanya berperan untuk dikenalkan bukan menjadi santapan yang mendominasi.
Lebih lanjut, agar MPASI efektif mendukun pertumbuhan dan perkembangan anak sejak diberikan saat berusia 6 bulan hingga 2 tahun, orang tua sebaiknya memberikan protein hewani.
Dari sisi gizi, dokter yang bertugas sebagai anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI itu mengatakan protein hewani terbukti lebih mudah dicerna oleh tubuh dalam hal menyediakan nutrisi mikronutrien.
Beberapa contoh protein hewani yang terbukti memiliki kandungan mikronutrien dan lebih baik untuk diolah menjadi MPASI di antaranya hati ayam, daging sapi, kerang, hingga ikan.
Bahan-bahan tersebut terbukti memiliki kandungan mikronutrien yang tinggi khususnya dari sisi zat besi dan zat zinc (seng).
"Makannya pas MPASI sayur dan buah sifatnya pengenalan saja, karena prioritasnya adalah pemberian protein hewani," kata dokter Meta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 3 dibuka hingga 9 Juli 2026. Kuota 20 ribu peserta, cek syarat dan jadwal lengkapnya.
Gibran Rakabuming membagikan tiga sepeda dan dua alat musik kepada peserta Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengikuti Gowes FBE UII 2026 sejauh 23 km sambil bernostalgia di almamaternya
Pemadaman listrik di Indonesia disorot UGM, diduga akibat pasokan batu bara dan lemahnya implementasi DMO PLN.
Seskab Teddy Indra Wijaya dan BNN bahas pencegahan narkoba, termasuk ancaman vape dan penguatan edukasi generasi muda.
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.