Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Bayi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Virus Respiratory Syncytial Virus (RSV) dapat menyebabkan beberapa jenis infeksi pada bayi yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini diutarakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC.
"Gejala virusnya itu sudah sangat mengganggu, untuk kita saja yang dewasa, kita sakit mungkin bisa menyampaikan ketidaknyamanan. Tapi kalau pada bayi ke bawah tidak bisa seperti itu," kata Nisa dalam temu media di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa RSV bukan sekadar flu biasa pada bayi. RSV telah menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) pada anak-anak di seluruh dunia.
RSV dapat menyebabkan anak terkena infeksi seperti bronkiolitis dan pneumonia. Meski sering disamakan, kedua penyakit itu ternyata cukup berbeda dari berbagai sisi.
Virus RSV yang dapat menyebabkan bronkiolitis dapat menyerang saluran napas kecil. Gejalanya biasa berupa demam dan sesak nafas.
Dalam beberapa kasus, penderitanya juga dapat mengalami mengi. Kemudian pada pneumonia, penyebabnya bisa beraneka ragam seperti virus, bakteri atau jamur. Virus yang masuk ke dalam tubuh cenderung menyerang jaringan dalam paru.
Menurutnya, jika anak terkena demam tinggi maka pneumonia disebabkan oleh infeksi virus. Pada demam yang naik turun dan tidak membaik, ada kemungkinan bahwa anak terkena pneumonia yang disebabkan oleh bakteri.
Ditentukannya penyebab pneumonia akan memerlukan waktu karena dokter akan melakukan pemeriksaan sekret.
Nisa menyebut RSV paling berbahaya bila diderita oleh bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya. Sebab, bayi lahir dengan sistem imun yang belum matang dan beru bisa membangun kekebalan seiring usia.
Kondisi bayi semakin rentan pada usia itu karena belum bisa mendapatkan imunisasi RSV. Atas dasar itu, Nisa menyarankan supaya ibu hamil segera mengikuti vaksinasi RSV yang direkomendasikan dilakukan pada usia 28 hingga 36 minggu kehamilan, yang menjadi periode emas untuk transfer antibodi maksimal dari ibu ke janin sebelum kelahiran.
"Dari seluruh pneumonia pun, yang disebabkan oleh karena Pneumococcus pneumonia yang bayi disuntik vaksin PCV di bulan ke-2, 4, 6, dan 12, itu hanya melindungi 6,7 persen dari seluruh kejadian pneumonia yang diakibatkan non-RSV. Kalau RSV itu 31,1 persen, jadi ada perbedaan besar," ucap dia.
Dalam studi Matisse yang melibatkan setidaknya 7.400 ibu hamil, vaksin RSV terbukti memiliki efikasi yang tinggi terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB) oleh virus itu.
"RSV adalah ancaman nyata bagi Indonesia, imunisasi selama kehamilan adalah strategi paling efektif untuk melindungi bayi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.