27 Orang Ditangkap dalam Penggerebekan Kampung Bahari, Ini Temuannya
Polda Metro Jaya menangkap 27 orang dalam penggerebekan Kampung Bahari. Polisi menyita sabu, ganja, ekstasi, mesin cetak pil, dan senjata api.
Telinga - Foto Ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tinnitus atau telinga berdenging, merupakan kondisi di mana seseorang mendengar suara tanpa adanya sumber bunyi eksternal. Hal ini diungkapkan dokter spesialis THT dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Widayat Alviandi.
“Jadi sebetulnya sesuatu yang didengar oleh telinga penderita gitu ya, memang kebanyakan tidak ada sumbernya gitu. Nah itu kebanyakan sih berdenging, sebetulnya sih berbunyi macam-macam, ada yang berdengung, berdesis, dan gemuruh, tapi paling banyak memang berdenging. Jadi itulah namanya tinnitus,” kata Widayat saat gelar wicara secara daring di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Ia menambahkan terdapat dua jenis tinnitus, yakni objektif dan subjektif. Tinnitus objektif, adalah jenis di mana dokter dapat mendengar bunyi yang sama dengan penderita, dan kondisi tersebut jarang terjadi, hanya sekitar 4% dari kasus.
Sebaliknya, tinnitus subjektif yang mencakup sekitar 96% kasus adalah kondisi di mana penderita mendengar bunyi yang tidak dapat dideteksi oleh pemeriksaan medis.
Jika tinnitus berlangsung lebih dari lima menit atau terjadi dua kali seminggu, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti saat tidur atau di tempat umum, maka bisa dikategorikan sebagai kondisi patologis dan memerlukan penanganan.
BACA JUGA: Libur Panjang Maulid Nabi, PAD Gunungkidul Terdongkrak hingga Rp600 Juta Lebih
Tinnitus subjektif sering kali disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, khususnya pada organ koklea yang memengaruhi serabut saraf pendengaran.
“Jadi artinya jangan khawatir kebanyakan tinnitus itu bukan dari kepala, tapi sebetulnya kebanyakan dari rumah siput lah gitu ya, dari telinga dalam dengan jaras pendengarannya begitu,” ungkapnya.
Gejala tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti paparan suara bising, penggunaan obat-obatan tertentu, atau penyakit-penyakit tertentu seperti vertigo atau gangguan pendengaran mendadak, serta faktor usia juga dapat memperberat kondisi ini.
Kondisi tinnitus dapat berbeda pada setiap individu dan penanganan harus disesuaikan dengan penyebab serta dampak yang ditimbulkan.
Jika tinnitus mengganggu kehidupan sehari-hari, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya menangkap 27 orang dalam penggerebekan Kampung Bahari. Polisi menyita sabu, ganja, ekstasi, mesin cetak pil, dan senjata api.
Polri melarang seluruh personel menggunakan vape di dalam maupun luar lingkungan kerja. Kebijakan berlaku sejak 30 Oktober 2026.
Harga iPhone di iBox berubah pada November 2026. iPhone 15 dan 17e naik, sedangkan beberapa varian iPhone 18 Pro turun hingga Rp1 juta.
Aroma tanah basah setelah hujan disebut petrichor. Wangi khas ini berasal dari geosmin, bakteri tanah, minyak tumbuhan, dan proses jatuhnya air hujan.
Riset Pew Research menunjukkan 58 persen warga AS menganggap media sosial sebagai saluran penting untuk memperoleh berita dan informasi.
Radja Nainggolan dituntut dua tahun penjara dan denda Rp2,12 miliar di Belgia atas dugaan pencucian uang. Simak perkembangan kasusnya.