Advertisement

Jangan Sampai Salah, Meski Punya Gejala Mirip tapi Ini Beda Mata Minus dan Katarak

Mutiara Nabila
Selasa, 05 Desember 2023 - 22:07 WIB
Mediani Dyah Natalia
Jangan Sampai Salah, Meski Punya Gejala Mirip tapi Ini Beda Mata Minus dan Katarak Ilustrasi katarak (Freepik)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Penglihatan buram kerap dikaitkan dengan masalah mata minus dan mata katarak. Keduanya memiliki gejala yang mirip, tetapi ternyata keduanya memiliki perbedaan dalam banyak aspek.

Untuk itu, perlu diketahui perbedaan dari gangguan penglihatan tersebut agar ketika mengalaminya, sehingga bisa mendapat penanganan yang tepat dan pengobatan yang sesuai. Gejala Mata Minus Dr. Maria Magdalena Purba, dokter spesialis mata KMN Eyecare menyebutkan rabun jauh atau mata minus, yang juga dikenal sebagai miopia, adalah salah satu kelainan mata yang paling umum. Orang dengan mata minus mengalami kesulitan melihat objek yang jauh, sedangkan penglihatan objek yang dekat biasanya masih baik.

Advertisement

"Masalah mata minus ini terjadi ketika berkas cahaya yang masuk ke mata jatuh sebelum mencapai retina sehingga gambar yang difokuskan terbentuk di depan retina. Kondisi seperti ini menghasilkan gambar yang kabur saat mata seseorang melihat objek yang jauh," jelasnya. 

Baca Juga:

Waspada! Pahami Waktu yang Tepat untuk Operasi Katarak Ai?

Tekan Jumlah Kasus, RSUD Sleman Gelar Operasi Katarak Gratis

Kenali Gejala Katarak, Jangan Disepelekan!

Penyebab utama mata minus adalah bentuk bola mata yang lebih panjang dari umumnya atau bentuk mata yang lebih oval. Faktor genetik juga memainkan peran penting dalam perkembangan mata minus.  Secara umum, masalah mata minus dapat diatasi dengan kacamata atau lensa kontak yang dirancang khusus untuk mengoreksi gangguan penglihatan ini.

Ada pula teknologi terbaru yang dapat mengatasi mata minus adalah dengan tindakan lasik. 

Gejala Mata Karatak

Di samping itu, kelainan pada mata lainnya adalah mata katarak, yaitu kelainan mata yang terjadi ketika lensa mata mengalami kekeruhan.  Hal ini dapat mengakibatkan tajam penglihatan kabur, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan perubahan dalam persepsi warna.

Proses perkembangan katarak terjadi secara perlahan-lahan dan bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Gejala katarak mungkin tidak terlalu mengganggu pada tahap awal, tetapi seiring berjalannya waktu, penglihatan penderitanya akan semakin buram seperti berkabut. 

Pada katarak tahap lanjut, tajam penglihatan dapat menurun bahkan sampai tidak dapat melihat. Mata katarak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penuaan, paparan sinar matahari berlebihan, cedera mata, penggunaan obat-obatan tertentu, dan faktor genetik.

Perawatan katarak umumnya melibatkan pembedahan penggantian lensa mata yang keruh dengan lensa buatan yang transparan.

Perbedaan Mata Minus dan Katarak

Dr. Maria mengungkapkan perbedaan utama antara mata minus dan mata katarak adalah pada sumber masalahnya dan proses perjalanan penyakitnya. Mata minus adalah kelainan refraktif, di mana masalah terjadi pada fokus cahaya yang memasuki mata jatuh di depan retina yang disebabkan karena bentuk anatomi bola mata yang lebih panjang dari ukuran normal, sehingga objek gambar yang dilihat menjadi tidak fokus.

Sementara, mata katarak adalah masalah pada lensa mata, di mana pada kondisi sehat lensa mata masih jernih dan transparan tetapi pada katarak lensa mata menjadi keruh. Selain itu, mata minus biasanya mulai terjadi pada usia muda dan dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Sedangkan mata katarak lebih umum terjadi pada usia tua dan memerlukan tindakan operasi penggantian lensa mata. Dengan memahami perbedaan antara mata minus dan mata katarak, seseorang dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah penglihatan yang mereka alami dan mencari perawatan yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ticket Hunter dan Pemudik! Ini Daftar Promo Tiket Mudik Lebaran

News
| Minggu, 25 Februari 2024, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement