Harga Emas Perhiasan Turun 1 September 2026, Cek Daftarnya
Harga emas perhiasan hari ini 1 September 2026 turun. Simak daftar lengkap harga emas Lakuemas dan Rajaemas terbaru.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Radang usus dialami orang dari berbagai usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski tingkat keparahan berbeda, tetapi penyakit tersebut bertambah parah ketika pengidapnya mengalami stres psikologis.
Perlu diketahui, stres psikologis adalah reaksi psikologis atau mental terhadap kehidupan sehari-hari atau perubahan lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri.
Pola makan dan kesehatan usus merupakan inti penting dari kesehatan otak. Berdasarkan hasil studi, central nervous system (CNS) atau sistem saraf pusat dan peripheral nervous system (PNS) atau sistem saraf tepi memiliki hubungan yang cukup erat.
Baca Juga: Mahasiswa di Jogja Banyak yang Stres, Ini Penyebabnya
Ketika sistem saraf otak (CNS) mengalami disfungsi akan mengakibatkan anomali pada sistem saraf usus (PNS). Komponen terbesar dari sistem saraf tepi adalah sistem saraf enterik (ENS), yang terdiri dari sekitar 200-600 juta sel saraf yang membentang dari esofagus hingga anus. Sel-sel saraf ini termasuk neuron, yang menyampaikan pesan-pesan listrik dan kimia antara satu sama lain.
Mengutip psychologytoday.com pada Rabu (27/09/2023), hasil penelitian Schneider bersama rekannya yang berjudul 2023 Cell “The Enteric Nervous System Relays Psychological Stress to Intestinal Inflammation,” membuktikan stres psikologis dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental, kesehatan usus, dan kesehatan secara keseluruhan.
Peneliti tersebut juga menggunakan subjek tikus untuk menunjukkan bagaimana stres memperburuk peradangan usus dan penyakit UC atau Crohn.
Hasilnya menunjukkan kehadiran hormon yang diinduksi stres seperti glukokortikoid menginduksi sel-sel khusus di ENS untuk merekrut dan mengumpulkan sel-sel kekebalan yang menghasilkan faktor nekrosis tumor (TNF), suatu protein yang menyebabkan peradangan. Dengan kata lain, stres kronis secara efektif memicu respons peradangan hiperaktif terhadap suatu penghinaan atau tekanan mental.
Baca Juga: Catat! Ini Tips Meredakan Stres
Sementara kehadiran glukokortikoid di ENS dikaitkan dengan keterlambatan waktu transit kolon. Sederhananya, ketika konsentrasi hormon stres terakumulasi di ENS, hal ini mendorong proses penggantian neuron dewasa sebelum waktunya.
Neuron yang diganti secara prematur ini termasuk neuron yang menghasilkan asetilkolin, suatu neurotransmitter yang membantu merangsang otot untuk memindahkan limbah melalui usus besar. Akibatnya, penurunan asetilkolin menyebabkan penundaan waktu transit kolon.
Selain tikus, Schneider dan rekannya juga melakukan penelitian dengan objek manusia.
Penelitian pada objek manusia ini menemukan hubungan antara stres dan dismotilitas, serta hubungan yang menghubungkan peningkatan tingkat stres yang dirasakan.
Keadaan ini menyebabkan peningkatan kadar protein spesifik, penanda inflamasi, dan keparahan penyakit radang usus. Hal ini menunjukkan bahwa stres psikologis berkontribusi terhadap gejala pada mereka yang rentan, dan memicu timbulnya peradangan usus yang parah.
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengurangi stres psikologis dapat membantu mengurangi radang usus yang dialami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas perhiasan hari ini 1 September 2026 turun. Simak daftar lengkap harga emas Lakuemas dan Rajaemas terbaru.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.