Kasus Kekerasan Hantam Pesantren, Santri Baru di Jawa Tengah Menyusut
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Sunscreen untuk mencegah kanker kulit/skincancerfoundation
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyakit kanker kulit merupakan kondisi serius yang bisa diderita oleh semua orang. Ada beberapa jenis kanker kulit.
Ada dua tipe utama kanker kulit, yakni melanoma, dan non melanoma. Kanker non melanoma dibagi menjadi dua, yakni karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Ini memiliki perbedaan dari bentuk hingga gejala.
Saat ini, secara global, terdapat dua hingga tiga juta kanker kulit non melanoma dan 132.000 kanker kulit melanoma tiap tahun. Di Indonesia sendiri, kanker kulit non-melanoma menempati urutan ke-15.
Ukuran, pigmentasi, lokasi, dan tipe kulit menjadi faktor diagnosis dokter mengenai kanker kulit. Kanker kulit ini berkembang di daerah yang terkena sinar matahari, seperti kepala, leher, dan punggung tangan.
Awalnya, bisa berupa plaque atau papule kemerahan. Kanker kulit juga bisa ditandai dengan adanya tahi lalat. Semakin lama, itu akan membesar dan dapat berubah warna.
Baca juga: Anggaran Terbatas, DIY Masih Kekurangan Lampu Jalan
Laki-laki lebih berisiko terkena kanker kulit dibandingkan perempuan. Biasanya, penderita kanker kulit berusia 60 hingga 68 tahun. Orang yang beraktivitas lebih banyak di luar ruangan juga berisiko terkena kanker kulit.
Risiko terbesar dari kanker kulit adalah paparan sinar UV terutama UVB. Berkembangnya kanker kulit tergantung dengan seberapa lama dan banyaknya paparan sinar UV. Tipe kulit juga memengaruhi hal ini.
Oleh karena itu, menggunakan perlindungan dari sinar matahari adalah sikap yang tepat dalam upaya pencegahan terkena kanker kulit. Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia dan Wakil Ketua Bidang Organisasi PB IDI Dr. M. Yadi Permana mengatakan bahwa sangat dianjurkan menggunakan sunscreen atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
"Kan ada pelindungnya [tabir surya], SPF," kata Dr. Yadi. "Kita lihat SPF-nya, minimal [SPF] 30 atau 50. Itu menunjukkan kadar perlindungan dari sunscreen tersebut."
Menurutnya, semakin besar angka SPF-nya, semakin baik perlindungan tabir surya terhadap sinar UV. Dia juga mengatakan bahwa perlu melindungi kulit dengan sesuatu jika tidak menggunakan tabir surya. Pilih perlindungan seperti topi, jaket, atau payung untuk beraktivitas di luar.
Dr. Yadi juga menambahkan bahwa penting juga dalam memilih produk kecantikan. Penting untuk melihat kandungan-kandungannya. Salah satu kandungan yang paling berbahaya bagi kulit bahkan menyebabkan kanker kulit adalah merkuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
John Herdman memastikan Calvin Verdonk siap tampil saat Timnas Indonesia menghadapi Oman pada laga persahabatan FIFA di SUGBK.
Kemenhub segera menerbitkan tarif batas atas tiket pesawat domestik yang baru dengan skema lebih fleksibel mengikuti harga avtur dan kurs rupiah.
HIPMI Syariah DIY merilis riset Gen Z dan milenial untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah DIY yang lebih tepat sasaran.
Event bersponsor rokok kembali digelar di Kulonprogo setelah 12 tahun. Pesta rakyat di Alun-alun Wates libatkan UMKM, wisata, dan hiburan.
BGN menargetkan efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis 2026. Dapur MBG yang tidak memenuhi SOP akan ditutup sementara.