AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
TitTok/Ist
Harianjogja.com, SOLO—Lagu Cikini Gondangdia baru-baru ini viral di Tiktok dan membuat netizen penasaran apa sih arti dan makna single tersebut?
BACA JUGA: Viral di TikTok Bocah Nangis karena Tidak Bisa Nonton TV
Cikini Gondangdia pertama kali dipopulerkan oleh penyanyi Duo Anggrek yang beranggotakan Angela Lorenza dan Devay. Pertama kali terbentuk pada 2012, Duo Anggrek kini berubah personel menjadi Devay dan Putri.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com-Jaringan Harianjogja.com, lagu Cikini Gondangdia merupakan single ketiga dari Duo Anggrek dan dirilis pada 2015. Di Youtube, lagu ini juga memiliki video klip dan telah ditonton lebih dari 27 juta kali.
Meski sudah lama dirilis, lagu Cikini Gondangdia ini viral di Tiktok disebabkan kerap dipakai sebagai latar video yang biasanya dibuat oleh perorangan maupun sekelompok orang untuk seru-seruan. Apalagi lagu ini memiliki nada yang asyik untuk bergoyang. Maka dari itu, viralnya lagu ini membuat netizen pensaran dengan arti dan makna Cikini Gondangdia.
Cikini Gondangdia merupakan nama dua stasiun yang terletak di Jakarta Pusat. Lokasi stasiun ini juga berdekatan. Berdasarkan Google Maps, jarak kedua stasiun ini hanya berkisar 3 km saja yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit.
Namun, yang dimaksud Cikini Gondangdia dalam lagu ini bukanlah dua stasiun ini. Menurut keterangan di video klipnya, lagu ciptaan Yogi memiliki makna tentang seorang perempuan yang mengharapkan kesetiaan pada pasangannya.
“Lagu ini bercerita tentang seorang wanita yang mengharapkan kesetiaan pada pasangannya. Dikemas dengan konsep funky house garapan Roy B, lagu ini terasa lebih ringan dan soulnya kena. Dibawakan 2 penyanyi yang masing masing punya ciri khas terasa lagu ini membawa penikmat musik untuk larut berdendang,” bunyi keterangan video klip yang tayang di Nagaswara Official Video Indonesian Music Channel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.
Petisi penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran menembus 7.000 dukungan. Pemprov Jateng memastikan perizinan dan amdal dikaji ketat.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.