Dua Balita Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Ilustrasi dehidrasi./Ist-Istockphoto)\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Dehidrasi dan radang tenggorokan memiliki gejala yang berbeda. Penanganan dan pencegahannya pun juga berbeda.
“Dehidrasi itu kondisi tubuh kita kekurangan cairan. Dengan kata lain, cairan tubuh kita yang keluar lebih banyak daripada asupan cairan yang masuk. Seperti orang beraktivitas di cuaca panas, keringat keluar terus, melalui urine juga. Jadi, lupa minum air,” jelas dr. Christian I. Elim, petugas medis PT Kalbe Farma Tbk melansir dari Antara.
Sementara radang tenggorokan merupakan keadaan tenggorokan yang terinfeksi oleh virus atau bakteri, imbuh Christian.
Menilik gejalanya, dehidrasi ditandai dengan badan lemas, muncul rasa haus, dan bibir kering. Sedangkan, radang tenggorokan diantaranya tenggorokan terasa nyeri saat menelan dan agak gatal atau kering.
Baca juga: Mahasiswa UMY Jadi Korban Mutilasi di Sleman, Kampus Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama
Sayangnya, dehidrasi sering kali tak disadari seseorang padahal dehidrasi berat berisiko terjadi infeksi saluran kemih bahkan gagal ginjal apabila tidak segera ditangani.
Mengonsumsi minuman dan makanan yang banyak mengandung garam mesti dihindari bagi orang yang mengalami dehidrasi sebab dapat mengikat air.
Teruntuk individu yang mengalami radang tenggorokan, diimbau menghindari makanan pedas yang membuat asam lambung meningkat dan memperburuk kondisi.
Sistem Imun Ditingkatkan
Terlepas itu, dehidrasi atau radang tenggorokan, sistem imun tubuh harus ditingkatkan. Untuk mencegahnya pastikan untuk istirahat dan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, serta membawa botol untuk persediaan air minum.
“Kalau radang tenggorokan bisa sembuh sendiri sekitar tujuh hari, tetapi, jika tidak sembuh maka sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter. Kalau dehidrasi, bisa dengan mengonsumsi air yang cukup supaya tenggorokan lebih lega,” ujar Christian.
Christian menambahkan untuk mencegah kedua penyakit tersebut, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi minimal 2 liter air mineral setiap hari. Tak lupa untuk istirahat yang cukup, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan yang bernutrisi, tidak berbagi makanan untuk mencegah penularan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.