Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Racikan tisane di Cari Nagari. (Instagram @cari.nagari)\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Teh dan kopi menjadi suguhan andalan saat mengisi waktu luang sembari berbincang-bincang maupun dikala merenung sendirian. Suguhan serupa juga bisa didapat dengan ramuan dari teh herbal.
Berbeda dengan teh kebanyakan, teh herbal atau dikenal pula tisane merupakan sajian yang diseduh bukan dari tanaman teh melainkan tanaman herbal seperti bunga, daun, biji, akar, kulit tumbuhan, buah kering hingga rempah.
Racikan tisane dari beragam bagian tumbuhan ini bisa kamu jajal di beberapa kedai tisane yang tersebar di tanah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, cukup dengan menyimak rekomendasi berikut ini:
Terletak di satu sudut kota Bumi Mataram tepatnya di Gang Kesehatan VI No.177D, Sonosewu, Bantul terdapat Gelora Baik. Warung makan sederhana ini bertempat di rumah Joglo dengan dekorasi dan furnitur lawas tak jarang terdapat kucing yang ikut menepi, menambah nuansa tenang nan damai.
Baca juga: BPBD DIY: Mayoritas Bangunan di DIY Tahan Gempa
Apalagi bila ditemani segelas tisane, salah satunya Teh Surga Bunga yang terdiri dari bunga seperti saffron, mawar, melati, lavender, forget me not, dan sejumlah bunga lainnya. Selain aneka teh herbal artisan, Gelora Baik menyediakan aneka makanan memanfaatkan rempah-rempah lokal yang siap menggoyang lidah.
Harga menunya berkisar dari Rp10.000 hingga Rp45.000 dan dapat dikunjungi setiap hari sejak pukul 12.00-00.00 WIB.
Nyore di Cari Nagari, pengunjung dapat menjajal aneka racikan teh dan tisane yang buka tiap pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Lokasinya beralamat di Gang Nakulo, Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Pengunjung akan menikmati racikan tisane khas Cari Nagari dari berbagai ragam bunga, akar, daun, hingga buah. Bahkan bisa pula eksperimen tisane sendiri cukup dengan membayar Rp25.000 hingga Rp35.000 per 300 ml.
Menyesap segelas teh dan tisane di kedai ini, kamu akan ditemani nuansa asri nan sejuk dari pepohonan hijau di sekelilingnya atau mancing ikan dari sungai kecil dari spot ikonik yakni jembatan merah.
Ragam warna racikan teh dan tisane bisa kamu dapati saat berkunjung di Kirana Tea House & Eatery. Seperti sajian teh herbal dari bunga telang, rosela, lavender atau chrysanthemum maupun yang dipadukan dengan buah, daun, dan rempah lainnya.
Pengunjung cukup mengeluarkan uang berkisar dari Rp18.000-Rp20.000 untuk menikmati seduhan teh atau tisane-nya.
Berlokasi di sekitar belakang Jogja City Mall dengan lanskap sawah yang mengelilingi kedai, tepatnya di Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman. Buka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 21.00 WIB
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.