Rekening PPPK dan OB Dipakai Menampung Uang Korupsi Muara Enim
KPK mengungkap rekening PPPK dan office boy diduga dipakai menampung uang korupsi kasus pengadaan di Muara Enim. Barang bukti Rp1,9 miliar disita.
Ilustrasi makan ikan/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia sebagai negara maritim memiliki hasil laut yang beragam dan melimpah ruah. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021 jumlah hasil tangkapan laut di Indonesia mencapai sekitar 6,7 juta ton, termasuk ikan.
Ikan merupakan salah satu sumber pangan yang kaya nutrisi seperti protein, asam lemak omega-3, ragam vitamin dan mineral di antaranya vitamin B kompleks, vitamin D, zat besi, kalsium, selenium, dan zinc.
Tak ayal jika ikan sering menjadi alternatif pengganti sumber protein lain. Sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi ikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anna Brown, seorang ahli diet sekaligus founder Nutrition Squeezed yang dilansir dari Antara, menekankan tak memasukkan ikan dalam menu harian bisa berarti menghilangkan satu-satunya sumber alami vitamin D untuk tubuh.
Baca juga: 6 Manfaat Sarapan yang Wajib Kamu Ketahui
Lalu, apa saja manfaat ikan untuk kesehatan tubuh? Simak ulasan berikut ini:
Gabungan antara protein, kalsium, vitamin D dan asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan bermanfaat dalam mencegah radang sendi serta pengeroposan tulang (osteoporosis). Manfaat ini bisa didapat dengan mengkonsumsi tulang ikan yang kaya akan kalsium serta kolagen.
Makanan sumber asam lemak omega-3 dan protein yang tak kalah banyak dengan daging merah ini diketahui dapat mencegah penyempitan pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Oleh karenanya rutin mengonsumsi ikan dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler, seperti serangan jantung, irama jantung yang tidak normal, hingga stroke.
Kulit ikan kaya akan kandungan vitamin A dan B2 yang bermanfaat untuk kesehatan mata serta imun tubuh. Selain itu asam lemak omega-3 termasuk DHA pada ikan laut, seperti ikan sarden atau ikan kembung baik untuk perkembangan otak dan penglihatan yang dibutuhkan oleh janin, bayi, serta anak-anak.
Mengutip dari Healthline, ibu hamil hanya diperbolehkan mengonsumsi ikan rendah merkuri, seperti sarden tidak lebih dari 12 ons (340 gram) per minggu. Serta hindari makan ikan mentah atau yang belum matang sebab berpotensi mengandung mikroorganisme yang dapat membahayakan janin.
Penelitian menunjukkan kandungan asam lemak omega 3 pada ikan laut yang tinggi mampu meredakan gejala depresi, dimana studi lain juga menunjukkan orang yang rutin makan ikan kecenderungan mengalami depresi jauh lebih kecil.
Selain itu mengonsumsi ikan dapat menurunkan risiko terjadinya sejumlah penyakit degeneratif, seperti demensia, penyakit Alzheimer, serta degenerasi makula (menurunnya kemampuan penglihatan).
Asma merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan kronis atau penyempitan pada saluran pernapasan, menyebabkan seseorang sulit untuk bernapas. Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi ikan secara teratur misalnya 1-2 kali seminggu berkaitan dengan risiko asma 24% lebih rendah pada anak-anak, namun tidak ada efek signifikan yang ditemukan pada orang dewasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap rekening PPPK dan office boy diduga dipakai menampung uang korupsi kasus pengadaan di Muara Enim. Barang bukti Rp1,9 miliar disita.
BMKG memprediksi hujan ringan di sebagian besar DIY pada Sabtu 13 Juni 2026. Sleman perlu waspada karena berpotensi terjadi hujan petir.
Ketahui makanan dan minuman terbaik saat perut kosong di pagi hari serta jenis konsumsi yang sebaiknya dihindari agar pencernaan tetap sehat.
Layanan SIM keliling Gunungkidul kembali dibuka 13 Juni 2026. Simak jadwal, lokasi SIMMADE, SIMPITU, hingga syarat perpanjangan SIM.
Pengurus baru DPC PKB se-DIY bersilaturahmi ke PWNU DIY untuk memperkuat sinergi historis, ideologis, dan kerja sama organisasi.
Timnas Kanada gagal memaksimalkan laga kandang setelah ditahan Bosnia-Herzegovina 1-1 pada pertandingan Grup B Piala Dunia 2026.