Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Ilustrasi sakit tukak lambung/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Tukak lambung atau ulkus peptikum adalah suatu kondisi di mana luka terbuka yang berkembang di lapisan lambung atau bagian pertama dari usus kecil (duodenum).
Medical Daily dalam laporannya memaparkan lambung memiliki mekanisme alami yang melindungi diri dari maag dengan menghasilkan lendir sehingga lambung terlindungi dari cairan asam lambung serta enzim pencernaan.
Akan tetapi sakit maag juga dapat berkembang akibat berbagai faktor, termasuk penggunaan NSAID (seperti ibuprofen atau aspirin) dalam jangka lama atau infeksi bakteri H. pylori.
Melansir Halodoc, sulit membedakan antara sakit maag dan tukak lambung sebab keduanya menyerang lapisan perut. Bila didefinisikan, sakit maag termasuk dalam peradangan umum sementara tukak lambung ialah kondisi terkikisnya lapisan perut dengan kata lain gangguan ini lebih parah dari penyakit maag.
Salah satu cara menangani tukak lambung ialah mengonsumsi obat-obatan yang efektif menghilangkan bakteri H. pylori, mengurangi produksi asam, meningkatkan proses penyembuhan, serta meringankan gejala yang terkait.
Baca juga: Jennifer Lopez dan Ben Affleck Beli Mansion Seharga Rp884,5 Miliar
Lantas apa saja gejala dari tukak lambung? Berikut lima tanda peringatan yang harus dipantau secara ketat untuk diagnosis dini:
Lapisan pelindung atau duodenum terkikis akibat ulkus peptikum menyebabkan jaringan sensitif saat terkena cairan pencernaan yang bersifat asam. Akibatnya lambung atau duodenum mengalami peradangan, iritasi, diikuti rasa sakit yang membakar atau menggerogoti perut bagian atas, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
Melansir dari Hopkins Medicine, mual mungkin terjadi bagi penderita maag karena iritasi pada lapisan lambung, meningkatnya cairan asam lambung, gangguan proses pencernaan, dan stimulasi saraf. Satu cara untuk mengatasi serangan mual yang kerap terjadi ialah menggunakan pengobatan rumahan yang menawarkan solusi efektif.
Mulas yang diderita setelah kebanyakan makan terjadi karena produksi asam lambung meningkat dan gangguan pada penghalang pelindung mukosa lambung, menyebabkan sensasi terbakar yang sama dengan maag sehingga sulit untuk membedakan keduanya. Tak jarang, rasa nyerinya begitu parah bahkan terasa seperti "nyeri dada non-jantung", menurut American College of Gastroenterology.
Akibat peradangan dan iritasi pada perut menyebabkan terjadi penumpukan gas, sehingga perut terasa tidak nyaman atau kembung. Mengurangi makanan pedas dan mempraktikkan teknik manajemen stres dapat membantu seseorang memperoleh kelegaan dari masalah ini, mengutip dari Ulcertalk.
Tukak lambung dapat pula dikenali ketika terdeteksi darah di saluran cerna bersamaan dengan nyeri perut bagian atas, ungkap Dr. Neil Sengupta, MD, seorang spesialis gastroenterologi di University of Chicago
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.