Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Phytotherapy Research mempublikasikan hasil riset yang menemukan bahwa para penderita hipertensi dapat mengonsumsi jamur untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Melansir dari Medical Daily peneliti menemukan senyawa bioaktif seperti cordycepin, lovastatin, eritadenine, dan ergosterol yang terkandung dalam jamur memiliki kemiripan dengan adenosine yakni zat yang mampu menurunkan tekanan darah. Dimana kemiripan senyawa tersebut ialah kemampuan memengaruhi fungsi kardiovaskular dengan memengaruhi ekspresi gen.
Sebelumnya sebuah studi telah menunjukkan bahwa jamur termasuk panganan yang berkhasiat baik dalam diet jantung sehat berkat sejumlah kandungan seperti protein, sterol, vitamin, mineral, serat, asam amino, serta potassium yang mampu membantu mengendalikan tekanan darah.
Baca juga: Kenali 5 Tahap Kesedihan dari Marah hingga Depresi
Dana Ellis Hunnes, pakar gizi dari UCLA Medical Center yang terlibat dalam riset tersebut mengatakan bahwa kandungan gizi serta senyawa bioaktif pada jamur dapat memengaruhi metabolisme dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
"Nutrisi dan senyawa bioaktif seperti potassium berperan dalam metabolisme sel, sirkulasi mikronutrien pada tingkat tertentu yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah," kata Dana.
Tak perlu khawatir, diet sayur-sayuran memiliki khasiat serupa yang bisa didapatkan bagi seseorang yang memiliki alergi terhadap jamur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.