Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Ilustrasi entrepreneur
Harianjogja.com, JAKARTA—Sukses kerap kali dikaitkan dengan capaian jabatan dalam pekerjaan serta banyaknya uang yang dimiliki. Status sosial yang menjadi tolok ukur kesuksesan malah sering kali memunculkan kesenjangan sosial.
Sedangkan sukses yang dikaitkan dengan pertumbuhan diri pribadi, cara menikmati hidup, dan sukses dalam pertemanan malah jarang dihitung. Sukses yang ini ukurannya bukan uang dan kekayaan namun hal-hal yang berbau psikologi.
Berikut ini hal-hal yang patut Anda perhatikan dari kaca mata psikologi, seperti dilansir Psychology Today.
Seringnya, kesuksesan adalah hasil dari banyak langkah kecil yang bertahap. Jika terobsesi dengan hasilnya, kita cenderung memisahkan diri dari prosesnya. Kita menjadi tidak sabar, gelisah, dan tidak fokus. Sebaliknya, kita perlu belajar untuk memperhatikan prosesnya.
Satu-satunya cara menjadi ahli dalam sesuatu adalah dengan benar-benar melakukannya. Jika ingin menjadi penulis yang baik, Anda harus menulis. Jika ingin menjadi teman yang baik, Anda harus menjangkau orang lain. Namun, biasanya, kita gagal mengambil tindakan karena kita takut akan melakukan kesalahan. Jika Anda harus gagal, gagal karena sudah melakukan tindakan, bukan tidak melakukan tindakan.
Perluas repertoar dengan mengatakan ‘ya’ lebih sering pada tantangan, bahkan ketika tidak sepenuhnya yakin, dan bersungguh-sungguhnya dalam melakukan tantangan tersebut.
Berkolaborasi dalam mencapai tujuan terbaik adalah pilihan bagus karena manusia adalah makhluk sosial. Orang lain dapat mengajari Anda dengan cara yang tidak terduga, begitupun sebaliknya.
Ini merupakan aturan yang paling penting. Berhati-hatilah dengan kata-kata Anda dan kepada siapa atau apa yang Anda janjikan. Setelah menetapkan komitmen, lakukan semuanya. Jika Anda mengalami kegagalan, bangkit, cari cara, dan lakukan lagi,
Anda perlu bertanggung jawab untuk diri sendiri dan tempat Anda berada. Anda bisa belajar dari tanggung jawab yang dilakukan sehingga dapat fokus melakukan yang terbaik sebagai pribadi dan kelompok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.