PWI Pusat Dukung Usulan Udin Jadi Pahlawan Nasional
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
Eks Napiter Hari Masykur (kiri) dan Produser Film Noor Huda Ismail dalam diskusi film Kembali ke Titik di Jogja, Jumat (7/4/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film dokumenter bertajuk Kembali ke Titik dirilis, Sabtu (8/4/2023). Film ini menceritakan perjalanan eks narapidana terorisme Masykur Hadi yang sudah keluar dari penjara.
Film ini disutradarai oleh Ridho Dwi Ristiyanto dan produser seorang pengamat sekaligus peneliti terorisme asal Indonesia, Noor Huda Ismail. Film ini secara umum menceritakan kisah Hadi Masykur yang ditangkap Densus 88. Hadi sempat melakukan pelarian selama beberapa bulan karena diburu Densus 88. Sampai akhirnya ia harus tunduk dan pulang ke rumah karena ibunya, Ngatiyah sedang sakit. Saat di rumah itulah Hadi ditangkap Densus 88.
BACA JUGA : Densus Tangkap Terduga Teroris Sleman
Kemudian divonis tiga tahun, menjalani hukuman di Lapas Kedung Pane Semarang dan di dalam jeruji besi ia merenung untuk meninggalkan organisasi Jamaah Islamiyyah yang telah diikuti selama 20 tahun. Lewat kisah Hadi ini membantah bahwa Lapas menjadi sekolahnya narapidana untuk meningkatkan aksi pidana, sebaliknya menjadikan napi lebih baik.
"Film mengedukasi bahwa keluar dari lapas ini kembali ke jalan yang benar. Bukan seperti perkiraan orang selama ini, perumpamaan setelah menjadi pengguna narkoba lalu keluar Lapas jadi pengedar. Saya menemukan bahwa pada Mas Hadi Masykur ini kembali ke satu titik, kembali ke jalan yang benar," kata Produser Film Noor Huda Ismail.
Ia mengatakan Kembali ke Titik merupakan film kedelapan yang dirilis kreasi prasasti perdamaian (KP). Dalam film ini ia ingin memproduksi narasi alternatif baik itu melalui website, media sosial (Facebook, IG, YouTube, dll), buku, dan juga film yang tidak hanya pada isu radikalisme dan terorisme saja. Khusus untuk isu radikalisme dan terorisme, memerlukan cara baru, utamanya dengan mendorong kekuatan narasi positif dari para mantan narapidana terorisme dengan menggunakan pendekatan film dokumenter dan forum diskusi.
BACA JUGA : Kilas Balik! Sederet Operasi Densus 88 di Sleman
"Kami akan melakukan road show film untuk berdiskusi secara jujur dan terbuka terhadap isu yang sangat sensitif ini," katanya.
Hadi Masykur mengungkap dirinya merenung selama di dalam Lapas dan meyakinkan diri untuk kembali ke jalan yang benar. Ia mengaku sebelumnya sebagai seseorang selalu merasa berada di jalan yang benar. Kemudian mendapatkan pembenaran dalam membela apa yang menjadi keyakinannya.
"Insyaallah anggapan bahwa Lapas sebagai tempat sekolah [dalam arti negatif] napi itu tidak terjadi pada diri saya. Di dalam penjara saya sudah merenungi kesalahan saya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
Bruno Fernandes mengaku bangga mencetak hattrick saat Manchester United menang 5-2 atas Ipswich Town di Liga Inggris 2026/2027.
Mau beli HP bekas untuk membuat konten? Simak tips memilih smartphone untuk video, editing, dan live streaming, mulai dari kamera hingga chipset.
Carlos Pena mewaspadai PSIM Jogja pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita membawa ambisi setelah membenahi kelemahan musim lalu.
Marc Marquez mengaku sempat melakukan kesalahan besar sebelum akhirnya menjuarai MotoGP Aragon 2026. Simak pengakuan lengkap pebalap Ducati tersebut.
Sinopsis film Siti si Vampir yang dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero. Film horor komedi ini tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.