Aneh! Diawetkan 20 Tahun, Telur Rebus Ini Jadi Batu Merah Darah

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Selasa, 04 April 2023 10:07 WIB
Aneh! Diawetkan 20 Tahun, Telur Rebus Ini Jadi Batu Merah Darah

Penampakan telur rebus yang diawetkan selama 20 tahun oleh perempuan keturunan Tionghoa./Oddity Central

Harianjogja.com, JOGJA—Seorang wanita Tionghoa mengejutkan dunia maya dengan foto telur rebus berusia 20 tahun yang diawetkan sejak ia masih kecil. Telur rebus itu kini telah menjadi fosil dan sekarang menyerupai batu delima dengan warna merah darah.

Dilansir dari Oddity Central, wanita bermarga Fu itu memposting foto fosil telur di platform media sosial China, Douban, di mana foto itu dengan cepat menarik perhatian orang dan menjadi viral. Tidak lama kemudian outlet berita arus utama mulai menghubunginya tentang telur unik tersebut untuk mengetahui ceritanya.

Rupanya, ibu wanita itu membelikan untuknya 20 tahun yang lalu, ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, si ibu merebus telur itu untuk bekal makan di sekolah.

Namun setelah menyimpannya di saku samping ranselnya, wanita itu melupakannya selama tiga hari dan tidak berani menyantapnya karena mengira sudah basi. Tapi dia juga tidak ingin membuang telur yang lembut itu, sehingga dia pun meletakkannya di atas lemari es dan benar-benar melupakannya selama beberapa bulan.

Baca juga: Bukan Main, Parade Mobil Mewah Jadi Tradisi Ngabuburit Warga Qatar

Ketika ibu wanita itu menemukan telur itu lagi, warnanya sudah berubah menjadi merah tua, merah anggur, sehingga dia memutuskan untuk menyimpannya di kotak perhiasan kecil daripada membuangnya.

Bertahun-tahun berlalu, wanita itu pindah dari rumah orang tuanya dan melupakan telur yang diawetkan. Namun ibunya baru-baru ini menemukannya saat membersihkan dan menunjukkannya kepadanya. Telur itu tidak hanya menjadi fosil, tetapi sekarang teksturnya halus seperti bola plastik, dengan retakan halus di atasnya.

Foto telur berusia puluhan tahun itu cukup membekas bagi pengguna media sosial. Beberapa menyebutnya 'telur firaun', sementara yang lain bertanya-tanya mengapa telur itu tidak membusuk selama ini.

Nyonya Fu tidak memiliki jawaban atas semua pertanyaan itu tetapi dia mengatakan bahwa itu mungkin ada hubungannya dengan  kondisi musim dingin yang kering dan dingin di daerah tempat dia dibesarkan. Para ahli belum mengkonfirmasi teorinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Oddity Central

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online