13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Obesitas. /Bisnis/Yayus Yuswoprihanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang paling umum yang meningkat secara drastis di kalangan generasi muda.
Menurut Program Pendaftaran Kanker Nasional Dewan Riset Medis India, ini adalah kanker paling umum ketiga pada pria dan paling umum kedua pada wanita.
Kondisi ini memengaruhi usus besar (kolon) dan dimulai sebagai gumpalan kecil sel non-kanker yang menjadi kanker seiring waktu.
Belakangan ini, anak muda berisiko lebih tinggi.
Amit Javed, Director - Department of Advanced Surgical Sciences & Onco-Surgeries, CK Birla Hospital (R), Delhi mengatakan, kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker usus besar pada pria dan wanita.
Obesitas dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh dan meningkatkan resistensi insulin, yang keduanya dapat menyebabkan kanker usus besar.
Orang dewasa muda yang memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau polip berisiko lebih tinggi terkena kondisi fatal ini. Risikonya bahkan lebih tinggi jika ada kerabat langsung yang menderita kanker usus besar.
Peluang mengembangkan kanker usus besar lebih tinggi pada orang dengan IBD, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa. Peradangan saluran pencernaan kronis yang disebabkan karena IBD dapat menyebabkan perkembangan sel abnormal dan kanker.
Individu muda lebih cenderung ke arah pilihan gaya hidup yang tidak sehat termasuk kurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Aktivitas fisik atau olahraga meningkatkan kadar antioksidan dan perbaikan DNA di dalam tubuh.
Ini juga mempengaruhi produksi faktor pertumbuhan dan metabolisme insulin yang mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Pola makan yang buruk, konsumsi alkohol yang berlebihan, serta daging merah dan olahan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar.
Menurut Dr. Javed, Racun menghancurkan DNA dan memutasi sel-sel sehat ketika bahan kimia dan polutan dihirup dalam bentuk rokok. Bahan kimia ini dapat menyebabkan pertumbuhan polip prakanker di usus besar, yang nantinya dapat berkembang menjadi kanker.
Ada kemungkinan lebih tinggi terkena kanker usus besar pada orang yang telah menjalani pengobatan radiasi untuk kanker perut. Ketika terapi radiasi diberikan pada usia yang lebih muda, risikonya lebih besar.
Pada sebagian besar kasus, terlihat bahwa kanker usus besar stadium lanjut adalah hasil dari keterlambatan diagnosis dan pengobatan. Selain mengikuti gaya hidup sehat dan kebiasaan makan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan tes bahkan sebelum tanda dan gejala berkembang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Hacker memanfaatkan iklan Google dan Claude AI untuk menyebarkan malware pencuri password dan data pengguna Mac.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.