KPK Sita Dokumen Saat Geledah Kantor Bupati Muara Enim
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Ilustrasi Menstruasi/ist-classic105
Harianjogja.com, JOGJA—Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis IVF Center RS Pondok Indah dr. M. Luky Satria Syahbana Marwali mengatakan wanita yang sudah menopause masih bisa terkena endometriosis karena selnya tumbuh di bagian tubuh lain.
"Bisa juga orang menopause terkena endometriosis, jadi estrogen masalahnya bukan cuma diproduksi di ovarium tapi estrogen ada yang diproduksi di lemak, jadi ada keluhan endometriosis di orang menopause, cuma memang jarang," kata Luky Satria dikutip dari Antara, Selasa (7/3/2023).
Endometriosis dapat tumbuh dimana saja selain ovarium seperti saluran kandung kemih, usus, atau hanya di permukaan perut disebabkan oleh tingginya hormon estrogen. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga tak menampik kemungkinan endometriosis bisa terjadi di rahim wanita yang sudah menopause sehingga masih dapat merasakan nyeri di sekitar rahim.
Ia menambahkan endometriosis juga bisa terjadi pada orang dengan obesitas karena hormon estrogen yang tinggi.
Baca juga: Tanda Ginjal Anda Bermasalah, Salah Satunya Alami Kelelahan Ekstrem
"Ini penyakit hormonal dependent jadi penyakit hormonal karena berkaitan dengan siklus menstruasi. Ini akan timbul terus selama wanita belum menopause, ini penyakitnya kronik jadi terus menerus," ucapnya.
Endometriosis dapat dihilangkan dengan mengonsumsi obat hormonal atau metode operasi laparoskopi, yakni pembedahan di perut tanpa harus membuat sayatan besar di kulit.
Namun, untuk melakukan tindakan ini perlu memenuhi syarat-syarat yang ditentukan serta pertimbangan yang matang untuk wanita terutama yang belum menikah karena bisa mengurangi jumlah sel telur.
Pertimbangan tersebut mulai dari usia, program hamil apa yang ingin dilakukan setelah operasi, cadangan sel telur dan penyakit lain yang menyebabkan gangguan kesuburan.
"Tindakan operasi kalau semua pengobatan tidak sukses, operasinya dengan laparoskopi tapi cadangan sel telur bisa berkurang, kalau belum nikah bahaya untuk kesuburannya," papar dia.
Sementara itu untuk wanita yang sudah menikah, disarankan untuk memeriksa kemungkinan adanya endometriosis sejak dini dengan melakukan USG Transvaginal atau MRI dan segera melakukan program hamil dengan inseminasi atau program bayi tabung (IVF).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Milad ke-109 Aisyiyah PCA Ngampilan di Jogja meneguhkan dakwah kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, dan semangat perdamaian.
Sri Sultan HB X mengingatkan purna tugas bukan akhir pengabdian. Sebanyak 237 PNS Pemda DIY menerima SK pensiun periode Juli–Desember 2026.
Pertamina menjelaskan angka Rp18.040 per liter di struk Pertalite merupakan harga keekonomian BBM, bukan harga yang dibayar masyarakat.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, Pemkab Bantul meminta seluruh OPD memperketat penggunaan BBM dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sebanyak 13 pendaki ilegal Gunung Semeru diamankan TNBTS dalam operasi pengawasan. Empat pendaki lainnya masih dalam pencarian petugas.