Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gugur di Menit Akhir
Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jepang 2-1 berkat gol Gabriel Martinelli pada menit 90+6.
Sutradara dan pemain film Glo, Kau Cahaya saat memberikan keterangan terkait film tersebut di Jakarta. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film bertajuk Glo, Kau Cahaya akan segera dirilis di bioskop pada 9 Maret 2023 mendatang. Film ini menceritakan tentang kisah heroik putri Papua ini yang bangkit dari keterpurukan setelah sempat depresi akibat mengalami kelumpuhan saat menjadi jawara pada cabang olahraga renang.
Di film ini menceritakan bagaimana seorang perempuan muda yang mengambil setting Papua berusaha untuk keluar dari ruang depresi yang mendera dengan diperankan lewat sosok Gloria atau Glo. Gloria merupakan atlet renang yang telah meraih sejumlah kejuaraan sejak usia belia. Akan tetapi harus mengalami nasib nahas, selain kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan pesawat, ia harus terpuruk dengan kondisi kedua kaki yang mengalami kelumpuhan. Glo pun merasa depresi dengan keadaannya.
BACA JUGA : 10 Film Pendek Hasil Kompro Tayang Perdana di JAFF 2022
Akan tetapi ada sang nenek Isy, yang selalu mendampinginya. Lewat sang nenek itulah ia mendapatakan suntikan motivasi untuk bangkit. Sampai akhirnya, secercah harapan kembali muncul di tengah kondisinya sebagai penyandang disabilitas. Gloria pun dapat mengikuti kembali kejuaraan renang untuk atlet difabel pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua. Dari kejuaraan tersebut, Gloria pun belajar mengenai esensi kemenangan yang sesungguhnya.
“Film ini memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya kesehatan mental dimiliki anak-anak muda di Indonesia. Film yang terinspirasi dari beberapa kisah nyata tersebut menggambarkan perjuangan Gloria, yang telah memperoleh prestasi di usia muda, untuk bangkit kembali itu bukan sesuatu yang mudah. Dalam perjalanannya, Gloria bahkan harus belajar menerima takdir yang menghinggapinya,” kata Sutradara Ani Ema Susanti dalam rilisnya, Kamis (2/3/2023).
Ema tak menampik kisah dalam film berdurasi 93 menit ini nyaris serupa kisah hidupnya yang berliku. Di mana ia pernah terpaksa harus menunda kuliah karena harus bekerja sebagai imigran di Hongkong dengan membantu perekonomian keluarga. Meski pun harus bekerja sebagai helper di luar negeri jauh dari keluarga dan sanak-saudara, Ema tak putus asa.
BACA JUGA : Film tentang Sumbu Filosofi Jogja Diluncurkan
Dari pengalamannya bekerja sebagai TKI, ia justru mampu berkarya dengan menyutradarai film Helper Hongkong Ngampus yang membawanya meraih penghargaan Eagle Awards tahun 2007. Film tersebut di kemudian hari menginspirasi pemerintah Hongkong untuk memfasilitasi para TKI agar bisa mengenyam pendidikan formal.
Glo, Kau Cahaya menjadi film panjang pertama buatan Ema dengan memakan waktu syuting sekitar sebulan. Kendala yang dihadapi tim saat melakukan syuting di antaranya adalah cuaca ekstrem yang terjadi di Papua. Selain itu ada tantangan melakukan validasi karena semua menggunakan Bahasa Papua. Pemeran dalam film ini antara lain Wulan Guritno, Kevin Royano, Tatyana Akman, Monalisa Sembor, Ratna Riantiarno dan lain-lain.
“Saya harus benar-benar mengecek dialognya supaya benar, mengingat saya pribadi tidak fasih berbahasa Papua," kata Ema.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jepang 2-1 berkat gol Gabriel Martinelli pada menit 90+6.
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Gempa Venezuela memicu lebih dari 500 gempa susulan. Korban tewas mencapai 1.450 orang, ribuan dirawat, dan 12.000 warga mengungsi.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.