Denny Sumargo Ungkap Alasan Jadi Produser Film Baby Udon

Sunartono
Sunartono Selasa, 18 Agustus 2026 15:37 WIB
Denny Sumargo Ungkap Alasan Jadi Produser Film Baby Udon

Denny Sumargo menjadi produser sekaligus pemeran film Baby Udon. Ia menyebut proyek ini sebagai cara keluar dari zona nyaman dan terus bertumbuh. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Aktor sekaligus pembawa acara Denny Sumargo mengambil tantangan baru dengan menjadi produser sekaligus pemeran dalam film Baby Udon. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upayanya keluar dari zona nyaman dan mengembangkan kemampuan di luar profesi yang selama ini dijalaninya.

Denny mengatakan peran sebagai produser memberinya pengalaman baru dalam industri perfilman. Menurutnya, proses panjang dalam menggarap film membuatnya memperoleh banyak pelajaran, mulai dari hal yang menyenangkan hingga berbagai tantangan selama produksi.

"Pengalaman baru ini pastinya menambah banyak sekali hal baru. Dari belajarnya, dari serunya, dari capeknya, lengkaplah ya, komplit. Dan ini yang membuat aku bertumbuh," ujar Denny kepada wartawan di sela menonton film di XXI Amplaz, Senin (17/8/2026) malam.

Bagi Denny, keberanian mengambil peran baru menjadi bagian penting dalam proses pengembangan diri. Ia menilai seseorang perlu keluar dari zona nyaman apabila ingin terus bertumbuh.

"Menurut aku, orang tuh hidup kalau pengen bertumbuh dia harus berani untuk keluar dari zona nyaman. Dan itu yang aku lakukan sekarang. Tapi garis bawahnya adalah mengerjakannya harus selalu pakai hati," tuturnya.

Denny Sumargo Akhirnya Perankan Hajime

Selain berada di balik layar sebagai produser, Denny juga tampil dalam Baby Udon sebagai karakter bernama Hajime. Keputusan tersebut diambil pada tahap akhir setelah proses pencarian pemeran berlangsung cukup lama.

Denny menjelaskan pencarian pemain sempat membuat persiapan produksi tertunda hingga 18 bulan. Sejumlah nama besar di industri film Indonesia sebelumnya telah ditawari untuk mengisi karakter tersebut.

Namun, kendala jadwal membuat pilihan pemeran semakin terbatas. Dalam kondisi tersebut, Denny akhirnya memutuskan mengambil peran Hajime sekaligus terlibat langsung di depan kamera.

Baby Udon Bawa Pesan tentang Harapan

Keterlibatan Denny sebagai produser bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian dalam film Baby Udon. Para pemeran lainnya juga menilai cerita film tersebut memiliki kedekatan dengan berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pemeran menyebut Baby Udon memiliki ikatan emosional yang kuat. Ceritanya dinilai dapat menjangkau penonton dari berbagai latar pengalaman, mulai dari persoalan hubungan asmara, keluarga, hingga perjuangan menghadapi kehidupan.

"Ini filmnya menurut aku bisa nyangkut ke banyak segmen, dari yang menjomblo garis keras, pejuang kanker, terus yang punya dinamika sama pasangan, itu semua bisa masuk. Dan aku berharap kalian bisa nyampe ke medium rasa ini dan bisa merasakan pesan yang disampaikan ulang, yaitu harapan," ungkapnya.

Pesan mengenai harapan tersebut menjadi salah satu nilai yang diharapkan dapat diterima penonton ketika menyaksikan film ini.

Caitlin Halderman Soroti Kekhawatiran Orang Tua

Sementara itu, Caitlin Halderman yang memainkan karakter Fanny Kondoh melihat Baby Udon dari sudut pandang hubungan orang tua dan anak. Ia mengatakan film tersebut turut menggambarkan kekhawatiran yang dapat muncul ketika anak mulai memasuki fase kehidupan baru.

Menurut Caitlin, orang tua dapat memiliki kekhawatiran terhadap pilihan hidup dan pasangan anak, termasuk ketika terdapat perbedaan usia dalam hubungan.

"Kalau buat saya sebagai yang jadi ibunya Fani, kan pasti juga ada kekhawatiran dari orang tua, anak mulai berjodoh dengan mungkin yang umurnya beda dan lain-lain. Aku mewakili orang tua yang punya kekhawatiran seperti itu. Jadi film ini sebenarnya banyak sekali relate-nya sama kehidupan kita," jelasnya.

Dengan beragam sudut pandang tersebut, Baby Udon membawa cerita yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia serta persoalan keluarga dan kehidupan.

Film Baby Udon dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Para pemain dan tim produksi berharap pesan moral serta nilai keluarga yang diangkat melalui film tersebut dapat tersampaikan kepada penonton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online