OJK Ungkap Perbankan Pangkas Target Laba di 2024, Ternyata Ini Penyebabnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah bank melakukan revisi dengan memangkas target laba pada 2024 ini.
Kosmetik./istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA– Beberapa produk kecantikan wanita mulai dari kutek, sampo, hingga pewangi dinilai dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 akibat mengandung sejumlah bahan kimia.
Sebuah studi baru menemukan bahwa bahan kimia beracun yang ditemukan dalam produk tersebut, termasuk hair spray dan aftershave atau cairan atau gel yang digunakan setelah bercukur untuk mengatasi kulit yang lecet, dapat meresap melalui kulit dan menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, paru-paru dan organ lainnya.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism Society, menemukan bahwa zat kimia ftalat dapat mengganggu fungsi hormon pada manusia yang juga terkait dengan peningkatan risiko diabetes pada wanita.
Phthalates alias ftalat adalah senyawa atau zat kimia yang digunakan untuk memberikan fleksibilitas dan daya tahan pada polimer. Senyawa buatan manusia ini sangat umum dijumpai, dan dapat Anda temukan pada ribuan produk konsumen termasuk sampo, makeup, parfum dan beberapa kemasan makanan. Menurut FDA, Diethylphthalate adalah phthalate yang paling umum digunakan dalam kosmetik.
Profesor Epidemiologi University of Michigan School of Public Health di Ann Arbor, Mich Sung Kyun Park menjelaskan phthalates dapat berkontribusi pada insiden diabetes yang lebih tinggi pada wanita, terutama wanita kulit putih, selama periode enam tahun.
"Orang-orang terpapar phthalates setiap hari, meningkatkan risiko beberapa penyakit metabolisme. Penting bagi kita untuk mengatasi beberapa risiko penyakit kronis karena berbahaya bagi kesehatan manusia,” jelasnya.
Para peneliti mempelajari 1.308 wanita dari Study of Women's Health Across the Nation-(SWAN) selama enam tahun untuk melihat apakah ftalat berkontribusi terhadap kejadian diabetes pada populasi ini. Sekitar 5 persen wanita mengembangkan diabetes selama enam tahun.
Para wanita ini memiliki konsentrasi ftalat dalam urin mereka yang mirip dengan wanita paruh baya di AS pada awal tahun 2000-an, ketika sampel urin dikumpulkan. Wanita kulit putih yang terpapar beberapa ftalat tingkat tinggi memiliki peluang 30 persen sampai 63 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes, sedangkan bahan kimia berbahaya tidak terkait dengan diabetes pada wanita kulit hitam atau Asia.
BACA JUGA: Mengenal 'People Pleaser', Apakah Kamu Termasuk Orang Seperti itu?
"Penelitian kami adalah langkah ke arah yang benar untuk lebih memahami efek phthalates pada penyakit metabolik, namun penyelidikan lebih lanjut diperlukan," kata Park.
Dalam banyak penelitian, soal bagaimana cara flatat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia masih terus dipelajari dan sejauh ini penelitian menemukan bahwa wanita yang memiliki konsentrasi tertinggi bahan kimia phthalates dalam tubuhnya, cenderung lebih berisiko terhadap diabetes daripada wanita yang memiliki konsentrasi phthalates yang rendah dalam tubuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah bank melakukan revisi dengan memangkas target laba pada 2024 ini.
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Puntung rokok masih menjadi salah satu jenis sampah yang paling mudah ditemukan di ruang publik. Ukurannya yang kecil membuatnya sering luput dari perhatian
Pemkab Kulonprogo siapkan SK penonaktifan Lurah Garongan jika status hukum naik menjadi tersangka. Simak penjelasan Bupati Agung Setyawan terkait kasus pungli.
Asah Kreativitas dan Solidaritas, Astra Motor Yogyakarta Gelar “Scoopy Your Mode, Your Ride”
Timnas Indonesia U-19 menang 3-0 atas Myanmar di Piala AFF U-19 2026. Simak hasil pertandingan, evaluasi Nova Arianto, dan rencana rotasi untuk laga berikutnya.