Selama Januari-Maret 2024, PPATK Endus 1,44 Juta Transaksi Janggal di Perbankan
Sebanyak 324.058 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) selama periode Februari 2021-Maret 2024 ditemukan oleh PPATK
Kosmetik./istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA– Beberapa produk kecantikan wanita mulai dari kutek, sampo, hingga pewangi dinilai dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 akibat mengandung sejumlah bahan kimia.
Sebuah studi baru menemukan bahwa bahan kimia beracun yang ditemukan dalam produk tersebut, termasuk hair spray dan aftershave atau cairan atau gel yang digunakan setelah bercukur untuk mengatasi kulit yang lecet, dapat meresap melalui kulit dan menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, paru-paru dan organ lainnya.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism Society, menemukan bahwa zat kimia ftalat dapat mengganggu fungsi hormon pada manusia yang juga terkait dengan peningkatan risiko diabetes pada wanita.
Phthalates alias ftalat adalah senyawa atau zat kimia yang digunakan untuk memberikan fleksibilitas dan daya tahan pada polimer. Senyawa buatan manusia ini sangat umum dijumpai, dan dapat Anda temukan pada ribuan produk konsumen termasuk sampo, makeup, parfum dan beberapa kemasan makanan. Menurut FDA, Diethylphthalate adalah phthalate yang paling umum digunakan dalam kosmetik.
Profesor Epidemiologi University of Michigan School of Public Health di Ann Arbor, Mich Sung Kyun Park menjelaskan phthalates dapat berkontribusi pada insiden diabetes yang lebih tinggi pada wanita, terutama wanita kulit putih, selama periode enam tahun.
"Orang-orang terpapar phthalates setiap hari, meningkatkan risiko beberapa penyakit metabolisme. Penting bagi kita untuk mengatasi beberapa risiko penyakit kronis karena berbahaya bagi kesehatan manusia,” jelasnya.
Para peneliti mempelajari 1.308 wanita dari Study of Women's Health Across the Nation-(SWAN) selama enam tahun untuk melihat apakah ftalat berkontribusi terhadap kejadian diabetes pada populasi ini. Sekitar 5 persen wanita mengembangkan diabetes selama enam tahun.
Para wanita ini memiliki konsentrasi ftalat dalam urin mereka yang mirip dengan wanita paruh baya di AS pada awal tahun 2000-an, ketika sampel urin dikumpulkan. Wanita kulit putih yang terpapar beberapa ftalat tingkat tinggi memiliki peluang 30 persen sampai 63 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes, sedangkan bahan kimia berbahaya tidak terkait dengan diabetes pada wanita kulit hitam atau Asia.
BACA JUGA: Mengenal 'People Pleaser', Apakah Kamu Termasuk Orang Seperti itu?
"Penelitian kami adalah langkah ke arah yang benar untuk lebih memahami efek phthalates pada penyakit metabolik, namun penyelidikan lebih lanjut diperlukan," kata Park.
Dalam banyak penelitian, soal bagaimana cara flatat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia masih terus dipelajari dan sejauh ini penelitian menemukan bahwa wanita yang memiliki konsentrasi tertinggi bahan kimia phthalates dalam tubuhnya, cenderung lebih berisiko terhadap diabetes daripada wanita yang memiliki konsentrasi phthalates yang rendah dalam tubuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sebanyak 324.058 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) selama periode Februari 2021-Maret 2024 ditemukan oleh PPATK
AC Milan gagal lolos Liga Champions usai kalah 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Liga Italia 2025/2026 di San Siro.
Manchester United menutup musim Liga Inggris 2025/2026 dengan kemenangan 3-0 atas Brighton dan memastikan tiket Liga Champions.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.