Advertisement

Ini Resolusi Bagi Penyandang Penyakit Kronis dan Difabel

Sirojul Khafid
Senin, 09 Januari 2023 - 12:57 WIB
Sunartono
Ini Resolusi Bagi Penyandang Penyakit Kronis dan Difabel Ilustrasi kesehatan. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Resolusi terkait kesehatan tidak jarang menjadi perhatian masyarakat. Entah dengan rutin berolah raga atau menjaga pola makan sehat. Namun bagaimana resolusi untuk penyandang penyakit kronis dan difabel?

Mereka umumnya tidak memiliki waktu atau tenaga untuk mengubah pola hidup, terutama ketika merawat diri sendiri sudah menjadi pekerjaan penuh waktu. Namun, ada beberapa langkah yang dapat mereka lakukan untuk mewujudkan resolusi Tahun Baru. Health membagikan beberapa di antaranya:

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Cukup Minum Air Perlambat Penuaan dan Memperpanjang

Di tahun baru, seseorang mungkin mendengar lebih banyak tentang tujuan profesional yang ingin dicapai orang. Hal ini dapat menyebabkan dia bersikap keras pada diri sendiri, terutama jika tiba-tiba menghadapi gejala baru atau gejala yang memburuk, yang kemudian bisa menyita banyak waktu.

“Sangat sulit, terutama dengan penyakit kronis di masa dewasa muda untuk membandingkan diri dengan orang lain,” kata Pendiri dan direktur eksekutif Generation Patient yang hidup dengan kolitis ulserativa Sneha Dave.

Menurut dia, seseorang berada di garis waktunya sendiri, dan tidak ada yang seharusnya membuat dia merasa tertinggal.

Makan Siang

Salah satu resolusi yang dapat membantu orang dengan penyakit kronis dan disabilitas untuk menjaga diri mereka sendiri adalah dengan mengingat makan siang. Makan siang dapat menjadi momen untuk melepaskan diri sejenak dari pekerjaan dan memeriksa diri.

Tetapkan tujuan kesehatan yang realistis

Kehidupan setiap orang dengan penyakit kronis dan disabilitas dapat terlihat berbeda. Sehingga orang yang berbeda memiliki tujuan kesehatan yang berbeda pula. Mungkin berbicara dengan dokter tentang mencoba obat baru, atau mengikuti kelas daring untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana sebenarnya menerapkan perawatan diri dalam hidup.

BACA JUGA : Begini Cara Warga Kulonprogo Mengelola Penyakit Kronis

“Jika kita melakukan segalanya dengan benar, dan tidak membiarkan rasa bersalah itu membatasi kemampuan kita untuk mencapai tujuan kita,” Eileen Davidson, advokat pasien rheumatoid arthritis.

Apabila suatu tujuan terlalu sulit pada saat ini, orang selalu dapat membuatnya menjadi sesuatu yang diselesaikan pada tahun 2024.

Singkirkan orang negatif dalam hidup

Mengelilingi diri dengan teman sebaya dan penyedia layanan kesehatan yang mendukung sangat membantu saat hidup dengan penyakit kronis atau disabilitas.

“Jika Anda memiliki dokter yang tidak percaya pada Anda, mungkin Anda akan menemukan waktu dan energi di tahun depan untuk menggantikannya dengan seseorang yang mendengarkan Anda dan memusatkan perhatian Anda,” kata Rebecca Cokley dari Ford Foundation’s US Disability Rights Program Officer.

Temukan teman

Berurusan dengan gejala yang membuat frustrasi bisa membuat seseorang merasa kesepian. Salah satu cara mengatasinya adalah menjalin hubungan dengan orang lain yang hidup dengan penyakit kronis dan disabilitas.

“Salah satu hal yang paling kuat bagiku, yang tidak aku sadari sampai setelahnya, adalah dukungan teman (dengan kondisi serupa), temukan komunitas," kata Dave.

Dukungan dapat ditemukan di banyak tempat berbeda, termasuk dari sekedar menemukan orang yang disukai di platform media sosial seperti Twitter atau Instagram.

Menuju Endemi

Kesehatan menjadi salah satu modal penting masyarakat Indonesia agar dapat bangkit di masa peralihan menuju endemi. Salah satu tujuannya untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Medical Content Marketing Senior Manager Alodokter, dokter Abi Noya mengatakan bahwa di masa peralihan menuju endemi, masyarakat harus tetap bersikap bijak dan waspada terhadap kemungkinan yang terjadi di masa depan.

BACA JUGA : Dua Bayi di Bantul Meninggal karena Ginjal Akut

"Hendaknya jangan sampai gegabah dan terlalu terburu-buru dalam bersikap, sehingga melupakan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, yang diiringi dengan protokol kesehatan," katanya.

Bijak mengatur asupan nutrisi

Kemenkes RI menganjurkan untuk membatasi asupan gula tidak lebih dari empat sendok makan atau 50 gram per hari, garam satu sendok teh atau lima gram per hari, dan lemak lima sendok makan atau 67 gram per hari.

Dengan demikian, berbagai risiko kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, bisa dicegah. Disarankan juga untuk tetap memenuhi asupan nutrisi sehat secara seimbang dan minum air putih, setidaknya 8-10 gelas per hari.

Rutin olahraga

Rutin berolahraga penting dilakukan karena selain membuat tubuh aktif dan bugar, juga dapat menjaga kelancaran aliran darah, mencegah berbagai risiko penyakit, bahkan mengurangi stres.

Tidak harus berolahraga berat, rutin beraktivitas fisik ringan-sedang seperti berjalan santai, jogging, atau bersepeda setidaknya 30 menit per hari atau setara dengan 150 menit per minggu, sudah cukup untuk mendukung kesehatan dan produktivitas tubuh.

Kelola stres dengan baik

Stres yang berlebihan bisa memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat mengganggu produksi limfosit, yakni bagian dari sel darah putih yang berperan penting dalam imunitas.

Maka, penting untuk menemukan cara mengelola stres dengan baik, misalnya dengan melakukan latihan pernapasan, bermeditasi, mengatur skala prioritas, dan berbagi keluh kesah dengan orang yang bisa dipercaya. Ada juga bisa mendatangi tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater jika diperlukan.

Istirahat cukup

Istirahat yang cukup dapat memberi tubuh waktu untuk mengembalikan tenaga, menyegarkan pikiran, memperkuat daya ingat, meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, serta mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, cukupilah istirahat dengan tidur minimal 7-9 jam tiap malamnya.

Persiapkan vitamin dan obat-obatan

Anda perlu mempersiapkan vitamin, suplemen, maupun obat-obatan yang mungkin diperlukan sebagai upaya pencegahan maupun pertolongan pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement