Advertisement

Eternity, Girl Band K-Pop Virtual yang Dibentuk dari Kecerdasan Buatan

Lajeng Padmaratri
Jum'at, 16 Desember 2022 - 19:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Eternity, Girl Band K-Pop Virtual yang Dibentuk dari Kecerdasan Buatan Eternity, grup virtual K/Pop. / Oddity Central

Advertisement

Harianjogja.com, SEOUL—Di Korea Selatan, demam grup idola K-Pop masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan, negara tersebut sampai menghasilkan grup idola virtual yang dihasilkan dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

K-pop benar-benar menggemparkan dunia dalam beberapa tahun terakhir, dengan grup-grup seperti BTS dan Blackpink yang menaklukkan pasar demi pasar dengan lagu-lagu mereka yang menarik dan koreografi yang energik. Genre ini telah menjadi salah satu ekspor utama Korea Selatan, hingga menghasilkan pendapatan puluhan miliar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Meskipun sukses besar secara internasional, perusahaan besar di belakang gelombang K-pop tidak berpuas diri. Sebaliknya, mereka terus mencari cara untuk tetap relevan dalam industri yang terus berubah ini, dan kecerdasan buatan tampaknya menjadi hal besar berikutnya.

Grup yang dibentuk dengan AI itu dinamai Eternity. Grup yang ditampilkan terdiri dari 11 anggota perempuan muda itu dibuat menggunakan teknologi deep-fake yang canggih dengan avatar hiper-realistis.

Pada pandangan pertama, Eternity terlihat seperti grup K-pop wanita lain karena seolah dibuat dari cetakan yang sama. Mereka ditampilkan sebagai gadis-gadis muda yang imut, menyanyikan musik dengan menarik dan menari energik dalam kostum warna-warni. Bahkan, produksi musik video mereka juga digarap dengan serius karena menyerupai video musik K-Pop pada umumnya.

Dibuat pada tahun 2021 oleh perusahaan teknologi deep learning Korea Selatan, Pulse9, Eternity telah digambarkan sebagai masa depan K-pop, masa depan di mana genre hiburan tidak lagi tertahan oleh keterbatasan idola manusia.

“Bisnis yang kami buat melalui Eternity adalah bisnis baru. Saya pikir ini genre baru,” kata Park Jieun, CEO Pulse9 dikutip dari Oddity Central.

“Keuntungan memiliki artis virtual adalah, jika bintang K-pop sering bergumul dengan keterbatasan fisik, atau bahkan tekanan mental karena mereka adalah manusia, artis virtual dapat bebas dari ini,” imbuhnya.

Untuk menciptakan Eternity, Pulse9 memulai dengan menghasilkan 101 wajah wanita menggunakan Deep Real AI, teknologi pencitraan virtual palsu yang dipatenkan. Wajah itu dibuat berdasarkan empat ciri utama: imut, seksi, lugu, dan cerdas. Mereka kemudian meminta sejumlah penggemar K-pop memilih favorit mereka dan meminta desainer menganimasikan anggota grup idola sesuai dengan karakter pemenang.

Berkat teknologi deep-fake Pulse9 yang canggih, wajah penyanyi dapat diproyeksikan ke wajah gadis sebenarnya, memungkinkan anggota grup untuk tampil lebih nyata selama obrolan langsung, video, dan pertemuan penggemar online.

Sama seperti bintang K-pop yang sebenarnya, selain tampil sebagai grup, Pulse9 memiliki rencana untuk membuat anggota Eternity juga memulai proyek solo, maupun menjadi influencer online dan model dari sebuah merek. Bahkan, salah satu dari 11 anggota tersebut sudah pernah muncul di iklan sebuah perusahaan pialang Korea Selatan.

Eternity telah merilis beberapa video musik. Meskipun anggotanya terlihat seperti manusia pada pandangan pertama, saat mereka bernyanyi, Anda dapat mengetahui bahwa gerakan mulut mereka tidak selaras sempurna dengan suaranya. Hal itu menjadi satu-satunya petunjuk bahwa Anda sedang melihat avatar virtual dan bukan manusia sebenarnya.

Meski wajahnya buatan AI, namun suara anggota Eternity bukanlah buatan AI. Suara itu adalah suara penyanyi yang sebenarnya karena dimaksudkan untuk membuat grup tampak lebih nyata. Selain itu, kecerdasan buatan tampaknya belum cukup canggih untuk meniru penyanyi manusia secara konsisten.

Menariknya, Eternity bukanlah satu-satunya grup K-pop virtual Korea Selatan. Beberapa tahun yang lalu, grup idola K-pop Aespa memulai debutnya dengan delapan anggota, yang terdiri dari empat avatar nyata dan empat avatar virtual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Oddity Central

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Akan Tetapkan Vaksin Booster Berbayar Rp100.000

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement