Advertisement
Ini Metode yang Bisa Dilakukan Jika Berubah Pikiran Usai Vasektomi

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Vasektomi adalah metode kontrasepsi yang memotong atau mengikat saluran sperma sehingga air mani saat ejakulasi tidak mengandung sperma.
Setelah menjalani prosedur vasektomi, sering muncul pertanyaan apakah seorang laki-laki bisa membuka lagi saluran sperma yang dipotong atau diikat. Ahli menjelaskan, proses yang disebut rekanalisasi itu bisa dilakukan, bahkan berkali-kali.
Advertisement
Spesialis urologi Andika Afriansyah mengatakan sebetulnya tidak ada batasan untuk rekanalisasi ulang setelah vasektomi.
"Namun, tingkat keberhasilan akan terus menurun untuk pengulangan rekanalisasi yang telah terjadi dan ada kemungkinan gagal jika dilakukan terus menerus," kata Andika dikutip dari Antara, Minggu (20/11/2022).
Ia menjelaskan setelah operasi ada kemungkinan terjadi kerusakan bila rekanalisasi dilakukan berulang kali. Kerusakan tersebut bisa meliputi timbulnya bekas parut pada skrotum, sehingga operasi rekanalisasi berikutnya jadi semakin sulit.
Selain itu, rekanalisasi berulang kali juga meningkatkan risiko pascaoperasi yang dapat terjadi.
"Lamanya waktu setelah dilakukan vasektomi untuk rekanalisasi ulang juga mempengaruhi tingkat keberhasilan kesuburan laki-laki," jelas Andika.
Jika rekanalisasi dilakukan setelah operasi vasektomi sudah lama berlalu, maka tingkat keberhasilannya akan semakin kecil.
Dengan melakukan vasektomi, seseorang tidak perlu mengambil langkah-langkah pengendalian kelahiran sebelum berhubungan seks, misalnya memakai kondom.
Pria yang bisa menjalani vasektomi setidaknya harus berusia lebih dari 25 tahun, usia di mana kondisi dianggap optimal. Namun, tidak ada angka usia maksimal untuk prosedur vasektomi.
Vasektomi sebaiknya tidak dilakukan oleh pria yang belum memiliki keturunan, usia muda di bawah 30 tahun, memiliki penyakit berat, tidak memiliki pasangan, dan punya keluhan nyeri pada skrotum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
Advertisement
Advertisement