Advertisement

Hindari! Ini 6 Pemicu Asam Urat, Salah Satunya Dehidrasi

Widya Islamiati
Selasa, 08 November 2022 - 22:37 WIB
Bhekti Suryani
Hindari! Ini 6 Pemicu Asam Urat, Salah Satunya Dehidrasi Sakit asam urat - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Salah satu penyakit yang umum di Indonesia, asam urat. Ini jenis radang sendi yang mempengaruhi sendi, umumnya di jempol kaki. Ketika penyakit ini muncul, biasanya ada yang menunjukan gejala dan ada yang tidak menunjukan gejala. 

Gejala asam urat bisa datang dengan rasa sakit, bengkak, kemerahan, dan kesulitan menggerakkan sendi dan biasanya berlangsung satu sampai dua minggu.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Penyakit asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat dibuat ketika tubuh memecah purin. Ini merupakan bahan kimia yang ditemukan secara alami di dalam tubuh dan dalam beberapa makanan.

Berikut ini beberapa pemicu asam urat berdasarkan CDC dan Health.

1. Makanan kaya akan purin 

Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah konsumsi makanan yang kaya akan purin seperti:

  • Daging merah, seperti daging sapi, domba, dan babi
  • Organ, seperti hati dan ginjal
  • Ikan teri seafood
  • Ikan sarden
  • Kerang
  • Ikan trout
  • Ikan tuna

Meskipun demikian, sayuran yang mengandung banyak purin seperti kacang polong, buncis, lentik, asparagus, bayam dan jamur jenis tertentu tidak berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat.

2. Makanan dan minuman tinggi fruktosa

Fruktosa merupakan satu-satunya gula yang meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Minuman tinggi fruktosa bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Seperti jus buah dan minuman ringan manis.

Selain pada minuman, fruktosa juga terkandung dalam makanan seperti kue dan permen. Hal ini juga bisa meningkatkan risiko serangan asam urat.

3. Alkohol

Minuman keras seperti bir, anggur dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Semakin banyak alkohol yang diminum, semakin besar pula risiko serangan asam urat.

4. Perubahan suhu

Perubahan suhu dapat berpengaruh pada asam urat. Suhu tinggi dan kelembaban rendah bisa meningkatkan risiko serangan asam urat. 

Lalu kombinasi cuaca panas dan kering juga dapat memicu serangan asam urat. Sama halnya dengan kelembaban yang sangat tinggi, juga dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat, meskipun risikonya lebih rendah.

5. Dehidrasi

Kekurangan cairan dapat menyebabkan kadar asam urat yang lebih tinggi karena penurunan buang air kecil dan kemudian eliminasi asam urat.

Salah satu cara menurunkan risiko serangan asam urat, penderita asam urat harus meminum banyak air setiap hari. 

6. Aspirin dosis rendah

Aspirin dosis rendah dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sebuah penelitian menemukan bahwa risiko serangan asam urat meningkat setelah dua hari mengonsumsi aspirin dosis rendah. 

Semakin rendah dosisnya, semakin besar asosiasinya. Biasanya aspirin dosis rendah ini digunakan untuk mengobati penyakit kardiovaskular. 

Jika konsumsinya tidak bisa dihentikan karena sedang dalam pengobatan penyakit stroke ataupun penyakit kardiovaskular lainnya, maka harus menghindari pemicu asam urat yang lain, seperti konsumsi daging merah ataupun alkohol.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Daerah Ini Diwajibkan Beli BBM Pakai MyPertamina per 6 Februari

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 14:07 WIB

Advertisement

alt

5 Destinasi Dekat Stasiun Lempuyangan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement