Kemhan Hentikan Latsarmil SPPI Usai Lima Peserta Meninggal
Kemhan menghentikan latsarmil SPPI dan menggantinya dengan pembekalan bela negara serta manajerial usai lima peserta meninggal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tak sedikit orang yang mengeluhkan kulit wajahnya sensitif. Hal ini bisa disebabkan oleh sejumlah hal.
Melansir Antara, pakar dermatologi Margaretha Indah Maharani mengatakan salah satu alasan kulit wajah dapat meradang dan sensitif yakni karena faktor perlindungannya tidak baik-baik saja.
Menurut dia, penyebab masalah ini terbagi dalam dua kelompok besar, salah satunya kulit yang menjadi sensitif akibat bawaan sejak lahir seperti eczema, rosacea dan psoriasis.
Kemudian, tipe kulit yang sebenarnya normal tetapi karena gaya hidup seperti riasan atau perawatan kulit tak tepat dan berlebihan. Hal itu akhirnya membuat kulit mudah sensitif.
Pada kondisi kulit yang sensitif, diperlukan pertolongan untuk mengembalikan kulit ke kondisi yang paling optimal yakni dengan perawatan kulit yang tepat.
Margaretha menjelaskan, kulit ibarat pagar yang harus diproteksi dengan optimal. Pasalnya, kulit harus terekspos banyak hal, mulai dari kosmetik yang mengandung alkohol, polusi, hingga asap rokok.
Dia menyarankan penggunaan pembersih atau sabun wajah yang membuat nyaman, mengembalikan kelembapan kulit dan memiliki efek soothing atau menenangkan kulit.
"Jangan lupa habis cuci muka gunakan toner yang sifatnya balancing untuk bikin kulit jadi adem lagi. Jangan lupa juga pilih skincare yang memberi nutrisi," saran dia.
Margaretha juga menyarankan penggunaan serum yang punya kemampuan meningkatkan kelembapan kulit sekaligus menenangkan supaya gejala iritasi, gatal dan kemerahan mereda.
Selain itu, pengaplikasikan pelembap atau moisturizer penting dilakukan, termasuk yang mengandung komponen Ceramide.
Ia menambahkan stres yang dialami seseorang baik secara fisik maupun psikosomatis akan mempengaruhi kulit. Inilah juga alasan kulit mudah mengalami peradangan atau mudah breakout.
"Kalau kulit badan enggak enak, tiba-tiba jerawatan gede-gede, merah-merah. Padahal di situasi lain kita tidak punya jerawat, hanya komedo saja. Itu salah satu ciri kulit lagi mengalami stres," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemhan menghentikan latsarmil SPPI dan menggantinya dengan pembekalan bela negara serta manajerial usai lima peserta meninggal.
Paraguai tetapkan hari libur nasional setelah menyingkirkan Jerman lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan melaju ke 16 besar.
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Kemkomdigi ungkap spam judi online naik 128 persen dan banyak menyasar akun influencer daerah di media sosial.
Embarkasi haji YIA Kulonprogo sukses menyelesaikan operasional perdana, Kemenhaj DIY siap tampung kuota tambahan jemaah.
Jerman dan Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 lewat adu penalti, menegaskan bahwa dominasi bola tak menjamin kemenangan.