Grammy Tinjau Ulang Kategori Asian Pop Usai BTS Pilih Boikot

Jumali
Jumali Selasa, 18 Agustus 2026 13:07 WIB
Grammy Tinjau Ulang Kategori Asian Pop Usai BTS Pilih Boikot

Grup idola K-pop asal Korea Selatan, BTS. - X @bts_bighi.

Harianjogja.com, JOGJA—Recording Academy membuka kembali pembahasan mengenai kategori baru Best Asian Pop Music Performance di Grammy Awards setelah menuai kontroversi. Peninjauan tersebut dilakukan di tengah keputusan BTS untuk tidak mengirimkan karya mereka ke Grammy Awards 2027.

Dilansir The Korea Herald, Selasa (18/8/2026), Recording Academy pada Jumat lalu menyatakan akan mengevaluasi kembali keputusan pembentukan kategori yang ditetapkan pada Juni tersebut.

Peninjauan ini membuka kemungkinan adanya perubahan terhadap kategori Best Asian Pop Music Performance. Namun, hingga kini Recording Academy belum menghapus kategori tersebut maupun mengumumkan perubahan terhadap kriteria penilaiannya.

Recording Academy Konsultasi dengan Industri Musik Asia

Keputusan untuk melakukan evaluasi ulang diambil setelah Recording Academy berdiskusi selama sekitar dua pekan dengan perwakilan berbagai komunitas musik Asia.

Pembahasan tersebut melibatkan perwakilan industri K-pop, J-pop, C-pop, dan musik India. Musisi, label rekaman, serta manajer turut dilibatkan dalam pembicaraan tersebut.

Menurut laporan Billboard, perwakilan Hybe, perusahaan induk agensi BTS, Big Hit Music, juga ikut dalam pembahasan.

Recording Academy selanjutnya akan melibatkan seluruh anggota dewan serta Awards & Nominations Committee untuk melanjutkan konsultasi dengan perwakilan industri musik.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan musik Asia mendapatkan pengakuan yang tepat dalam siklus penghargaan pertama sekaligus menentukan pendekatan terbaik untuk masa mendatang.

BTS Memilih Tidak Ikut Grammy 2027

Kontroversi mengenai kategori baru Grammy semakin menjadi sorotan setelah BTS mengumumkan keputusan untuk tidak mengirimkan karya mereka dalam proses pertimbangan Grammy Awards 2027 pada 29 Juli 2026.

Keputusan tersebut disampaikan BTS dengan harapan agar musik tidak dinilai berdasarkan batas wilayah maupun bahasa.

"Kami berharap musik dapat didengar dan diterima sebagaimana adanya, melampaui wilayah atau bahasa," demikian pernyataan BTS.

CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. merespons keputusan tersebut pada hari yang sama.

Mason mengaku sedih dengan keputusan BTS, tetapi tetap memahami dan menghormati sikap grup asal Korea Selatan tersebut.

Sebelumnya, Mason mempertahankan pembentukan kategori Best Asian Pop Music Performance. Menurutnya, kategori itu dibuat untuk merayakan kedalaman, keberagaman, serta pertumbuhan musik pop yang berasal dari Asia.

Ia juga menjelaskan bahwa musisi yang mendaftarkan karya dalam kategori tersebut tetap memiliki kesempatan bersaing di kategori utama atau General Field Grammy.

Apakah Kategori Asian Pop Bisa Dihapus?

Meski Recording Academy kini melakukan evaluasi, peluang perubahan besar dalam waktu dekat masih menjadi pertanyaan.

Salah satu kendalanya adalah waktu pendaftaran karya untuk Grammy Awards 2027 yang telah berlangsung sejak awal Juli dan dijadwalkan berakhir pada Jumat pekan ini.

Kritikus musik Lim Hee-yun menilai sejumlah musisi dari negara-negara Asia kemungkinan sudah mendaftarkan karya mereka dalam kategori Best Asian Pop Music Performance.

"Artis dari negara-negara Asia lainnya kemungkinan sudah mengirimkan karya mereka untuk kategori tersebut," kata Lim.

Menurutnya, perubahan terhadap kriteria penjurian atau bahkan penghapusan kategori hanya beberapa hari sebelum batas pendaftaran akan sulit dilakukan.

"Mengubah kriteria penjurian, atau menghapus kategori tersebut sama sekali, hanya beberapa hari sebelum tenggat pendaftaran, tidak masuk akal," lanjutnya.

Seorang sumber industri musik juga meragukan Recording Academy mampu mengambil keputusan besar dalam waktu yang sangat singkat.

Karena itu, keputusan BTS memang menjadi salah satu faktor yang memperbesar sorotan terhadap kategori baru tersebut, tetapi belum ada keputusan resmi bahwa Grammy Awards akan menghapus Best Asian Pop Music Performance.

Untuk saat ini, masa depan kategori tersebut masih dalam pembahasan Recording Academy bersama perwakilan industri musik Asia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online