Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman 24 Mei 2026
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Seniman asal Jogja, Oong Harry Wahyu dalam diskusi tentang Ruwat Jagat, Kamis (3/11/2022)./Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan seniman asal Kota Jogja menjadi penggerak dalam event budaya bertajuk Ruwat Jagat yang rencananya digelar di Pacitan, Jawa Tengah. Ruwat Jagat ini bakal dihadiri seniman dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka bersama-sama menjaga komitmen mencegah kerusakan lingkungan agar Bumi tetap bersahabat.
Salah satu seniman asal Jogja, Oong Harry Wahyu, mengatakan Ruwat Jagat banyak melibatkan seniman dari berbagai kota di Indonesia. Tujuan pelaksanaan adalah mengingatkan semua orang bahwa budaya menjadi elemen penting dalam pembangunan di Indonesia. Selain itu, acara ini untuk merespons pentingnya menghidupkan kembali kebudayaan di daerah pinggiran. Ruwat Jagat juga sebagai pengingat kondisi alam sudah rusak dan manusia yang harus bertanggung jawab untuk memperbaiki.
"Ruwat Jagat ini sebagai penanda untuk kita, bahwa alam sudah rusak ini juga karena manusia, maka kita harus meruwat diri. Setelah kami berpikir akhirnya menemukan Pacitan sebagai tempat ruwatan ini, sekaligus sebagai simbol upaya membangun Indonesia dari pinggiran," kata Oong dalam diskusi Ruwat Jagat di Jogja, Kamis (3/11/2022).
Ong mengatakan kegiatan itu sangat terbuka dengan seniman berbagai kota di Indonesia. Keterbukaan itu dilakukan agar kegiatan itu tidak hanya menjadi milik suatu kelompok tetapi secara universal seperti tema kegiatannya Ruwat Jagat.
“Perlu ditekankan jangan menganggap kesenian kita yang terbaik karena seni itu tidak ada yang paling buruk atau paling baik, seni itu ya seni, kita menambah pengetahuan dan jaringan,” ujarnya.
Penggagas Ruwat Jagat Abdillah Peci Miring menambahkan kegiatan itu terselenggara atas jejaring seniman Jogja dan beberapa kota lain dan mendapat dukungan dari Pemkab Pacitan serta berbagai komunitas. Ia mengatakan momentum itu menjadi tepat untuk mengabarkan pentingnya budaya menjadi elemen penting dalam pembangunan. Oleh karena itu energi budaya harus terus dirawat agar tetap lestari.
BACA JUGA: Kelompok Seniman Ini Ingin Kembalikan Malioboro jadi Pusat Seni dengan Pameran
“Kegiatan ini akan digelar pada 5 November 2022 di Kota Pacitan, bentuknya ada kirab tumpeng, doa bersama seni pertunjukan dan lain-lain. Ada berbagai seniman dari berbagai kota di Indonesia, dari Solo, Jogja, Makassar,” katanya.
Bupati Pacitan Nur Bayuaji yang hadir dalam diskusi itu sepakat bahwa kebudayaan harus menjadi elemen penting dalam proses pembangunan. Seni budaya dapat memberikan dampak kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap Ruwat Jagat ini harapan kami menjadi peristiwa kebudayaan untuk memperteguh dan menempatkan kebudayaan sebagai elemen penting pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.