Advertisement

Peneliti Ekonomi Kesehatan Sebut Pemenuhan Gizi Anak Investasi Masa Depan

Newswire
Selasa, 01 November 2022 - 03:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Peneliti Ekonomi Kesehatan Sebut Pemenuhan Gizi Anak Investasi Masa Depan Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemenuhan gizi lewat makanan bernutrisi untuk anak-anak adalah modal untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang kelak berkontribusi kepada negara.

Peneliti Ekonomi Kesehatan Mutia A. Sayekti menerangkan ketika kesehatan individu terganggu, baik itu anak-anak maupun orang dewasa, maka produktivitas individu menjadi terhambat. Ini membuat pendapatan masyarakat menurun dan pada akhirnya membuat perekonomian menjadi lesu.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Memperbaiki kondisi kesehatan individu adalah investasi masa depan," kata anggota dari Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia ini dikutip dari Antara, Selasa (1/11/2022).

Pada anak-anak, khususnya, ketika makanan yang diberikan kepada mereka tidak memenuhi gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, maka mereka tidak bisa berpikir secara maksimal.

"Jangka panjangnya ada risiko tidak bisa bersaing, tidak bisa mendapat pekerjaan yang baik atau berkarya secara maksimal," jelas dia.

Dia menjelaskan masalah gizi bukan cuma soal lapar dan kenyang, tetapi fokus yang penting untuk pemerintah maupun para pengambil kebijakan agar malnutrisi bisa diatasi.

Ia menjelaskan ketahanan pangan bisa terwujud ketika semua orang punya akses terhadap makanan yang cukup, aman, bergizi dan sesuai kebutuhan diet untuk mencapai hidup sehat dan produktif.

Indonesia yang sehat dimulai dari pemenuhan gizi keluarga yang maksimal, yakni menerapkan konsep gizi seimbang. Sesuai dengan anjuran Isi Piringku, konsumsi makanan yang disarankan adalah sepertiga makanan pokok, sepertiga lauk pauk dan buah-buahan serta sepertiga sayuran.

Dalam skala rumah tangga, menerapkan konsep gizi seimbang bisa diterapkan dengan berkomitmen hidup sehat, membuat anggaran khusus belanja bahan makanan, merencanakan menu per-minggu dengan konsep Isi Piringku, mempertimbangkan konsumsi makan keluarga di luar rumah dan meningkatkan literasi keluarga terhadap kebutuhan nutrisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement