Advertisement

Deteksi Dini Tak Optimal, Kanker Meningkat di Negara Berkembang

Newswire
Selasa, 25 Oktober 2022 - 06:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Deteksi Dini Tak Optimal, Kanker Meningkat di Negara Berkembang Ilustrasi penyintas kanker - Reuters - Jim Bourg

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus kanker di negara-negara berkembang terus meningkat lebih tinggi dibandingkan di negara maju. Diduga penyebabnya terkait sistem deteksi dini yang belum optimal.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Aru Wisaksono Sudoyo menerangkan peningkatan kanker di negara berkembang mencapai 50% dibandingkan negara maju. “Ini karena di negara maju lebih bagus deteksi dini dan langkah pencegahan," kata Aru dikutip dari Antara, Selasa (25/10/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya melakukan mendeteksi dini dan menjaga gaya hidup sehat agar terhindar dari risiko-risiko yang membuat seseorang menderita kanker.

Menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga dapat membuat individu terhindar dari obesitas, kondisi yang meningkatkan risiko kanker.

Asupan nutrisi yang baik juga berpengaruh dalam pencegahan serta penanganan pasien kanker. Bukan cuma soal mengonsumsi makanan sehat agar terhindar dari risiko kanker, pasien kanker juga harus dipastikan mendapat nutrisi yang cukup demi kualitas hidup yang baik.

Aru mencontohkan di Eropa sudah ada integrasi soal nutrisi dalam mempertahankan kualitas hidup pasien kanker.

"Nutrisi jadi bagian integral dalam tim multidisiplin pengelolaan pasien kanker," jelas dia.

Dalam menjalankan terapi, pasien kanker seringkali mengalami penurunan nafsu makan, disertai rasa mual, muntah, sariawan, rasa logam di mulut, diare, dan rasa tidak nyaman lainnya, sehingga mengurangi nafsu makan dan bahkan minum yang akhirnya dapat menyebabkan malnutrisi.

Kondisi malnutrisi tentu saja dapat berdampak pada keberhasilan terapi.

"Oleh karena itu perlu upaya pencegahan malnutrisi pada pasien kanker dengan berbagai intervensi dan solusi, termasuk melalui kolaborasi multi-disiplin tim onkologi dengan tim gizi klinis agar hasil terapi kanker pada pasien menjadi lebih optimal," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Fakta-Fakta Vaksin Qdenga yang Diklaim Mampu Cegah DBD 80 Persen

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement