Advertisement

Di India, Monyet Jadi Pemilik 32 Hektar Tanah

Lajeng Padmaratri
Kamis, 20 Oktober 2022 - 05:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Di India, Monyet Jadi Pemilik 32 Hektar Tanah Ilustrasi monyet - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, MAHARASHTRA—Penduduk di Upla, sebuah desa kecil di negara bagian Maharashtra, India, dikabarkan sangat menghormati keberadaan populasi monyet lokal. Bahkan, ada sebidang tanah yang terdaftar atas nama hewan tersebut.

Tanah pertanian sangat berharga di India hingga seringkali memicu sengketa tanah. Menariknya, ada fenomena menarik di Upla, sebuah desa yang menempatkan hewan kera turut serta dalam kepemilikan tanah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Desa berpenduduk 1.600 orang dan 100 kera Rhesus itu menjunjung tinggi kera dengan selalu memberi mereka makan dan mengikutsertakannya dalam berbagai ritual. Bahkan, penduduk mendaftarkan 32 hektar tanah atas nama kera.

Kepala desa setempat mengonfirmasi hal ini. “Sementara dokumen dengan jelas menyatakan bahwa tanah itu milik monyet, tidak diketahui siapa yang membuat ketentuan untuk hewan ini dan kapan itu dilakukan,” kata kepala desa setempat, Bappa Padwal, baru-baru ini dilansir dari Oddity Central, Kamis (20/10/2022).

Saat ini, desa ini adalah rumah bagi hampir 100 monyet. Jumlah ini, kata Bappa, telah berkurang selama bertahun-tahun karena hewan-hewan itu tidak tinggal lama di satu tempat.

Penghormatan penduduk desa terhadap monyet ini bahkan termasuk ketika acara pernikahan. Times of India pernah melaporkan beberapa penduduk menawarkan hadiah kepada monyet selama upacara pernikahan, baru kemudian melanjutkan proses ritualnya.

Kedengarannya seperti monyet disembah, atau setidaknya dihormati di Upla, tetapi rupanya penduduk setempat melakukan hal yang sangat berbeda beberapa tahun yang lalu.

Saat itu, beberapa kantor berita melaporkan bahwa sekitar 300 kera meneror penduduk setempat, mencuri makanan mereka, memasuki rumah mereka tanpa diundang, dan bahkan menyerang mereka secara fisik. Hal itu membuat penduduk takut berjalan di desa, karena bisa diserang monyet. Namun, kini hal itu nampaknya sudah berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Oddity Central

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sempat Tertunda karena Pandemi, Pembangunan Masjid Agung Jateng di Magelang Akhirnya Dimulai

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 09:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement