Advertisement

Asupan Makanan Bisa Berefek pada Pola Tidur

Lajeng Padmaratri
Rabu, 05 Oktober 2022 - 13:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Asupan Makanan Bisa Berefek pada Pola Tidur Ilustrasi nasi goreng/JIBI - Solopos

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Psikolog dan pakar tidur Lindsay Browning mengatakan begitu memasuki waktu tidur, maka hal itu bukan waktu yang tepat untuk makan apapun karena ritme sirkadian seseorang mematikan sistem pencernaan dalam semalam.

Poin ini didukung oleh studi tahun 2020 yang terbit di International Journal of Environmental Research and Public Health, yang menemukan bahwa waktu asupan makanan bisa memiliki efek yang signifikan pada pola tidur.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ritme sirkadian sendiri merupakan jam biologis atau internal alami yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh, termasuk kapan waktu bangun dan tidur. Ritme sirkadian bekerja sama dengan otak dan dipengaruhi isyarat lingkungan.

"Makan larut malam bisa membuat ritme sirkadian Anda berpikir bahwa Anda harus bangun, karena Anda makan daripada tidur. Maka Anda mungkin kesulitan tidur jika terbiasa makan di malam hari," kata Browning dikutip dari Live Science.

Ia membenarkan jika kita pergi tidur dalam keadaan lapar maka kita mungkin sulit tidur karena tubuh kita cemas akibat lapar. Namun, makan banyak pada larut malam pun membuat kita mengalami gangguan pencernaan dan sulit tidur nyenyak.

Baca juga: Enam Makanan untuk Cegah Pilek di Musim Hujan

Browning menambahkan makanan yang dapat membantu tidur, antara lain makanan yang mengandung kalsium dan magnesium, seperti produk susu. Selain itu juga bisa mencoba kacang-kacangan, yang penuh asam lemak omega-3 yang mengatur hormon kebahagiaan serotonin, yang bertanggung jawab membangun siklus tidur yang sehat.

"Makan sesuatu yang berlemak sebelum tidur tidak disarankan karena mungkin sulit dicerna dan menyebabkan gangguan pencernaan. Makanan tinggi gula sebelum tidur juga melepaskan terlalu banyak energi dengan cepat, membuat lebih waspada daripada membantu rileks," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Live Science

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Update Covid 5 Februari 2023: Kasus Positif Naik 171, Sembuh 181 & Meninggal 1

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement