Advertisement

Ternyata Marah Bisa Sebabkan Hipertensi Hingga Kematian

Widya Islamiati
Kamis, 22 September 2022 - 03:37 WIB
Sirojul Khafid
Ternyata Marah Bisa Sebabkan Hipertensi Hingga Kematian Ilustrasi hipertensi - istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTASeseorang yang punyai tekanan darah tinggi atau hipertensi biasanya dikaitkan dengan sifatnya yang gemar marah-marah. Banyak orang yang meyakini bahwa marah-marah bisa membuat orang menderita darah tinggi.

Lalu apa sebenarnya hubungan antara hipertensi dengan marah menurut kesehatan?

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Adaninggar yang merupakan influencer bidang kesehatan menjelaskan tentang tekanan darah yang erat kaitannya dengan hipertensi.

Menurutnya, tekanan darah adalah interaksi antara kerja jantung serta pembuluh darah. Lalu terkait dengan marah, ketika seseorang marah, pada tubuhnya akan keluar hormon katekolamin.

BACA JUGA: Kenali 5 Tanda Kekebalan Tubuh Anda Menurun!

Dilansir dari Medicalnewstoday, hormon katekolamin adalah hormon yang diproduksi oleh otak, jaringan saraf dan kelenjar adrenal, yang dilepaskan oleh tubuh sebagai respon saat menghadapi stres emosional ataupun fisik.

Maka saat marah, tubuh juga akan mengeluarkan hormone katekolamin. Ini membuat peningkatan detak jantung serta penyempitan pembuluh darah. Meskipun keluarnya hormon katekolamin bersifat sementara, tetapi jika marah terus menerus serta dalam jangka panjang, jelas dr. Adaninggar, akan sebabkan hipertensi.

"Jadi perlu berlatih manajemen stress ya supaya tidak sering marah-marah," tulis dr. Adaninggar diakhir videonya, yang dia unggah ke laman Instagramnya @drningz.

BACA JUGA: Kenali Fenomena Quiet Firing, Taktik Kantor yang Bikin Karyawan Resign

Dilansir dari mayoclinic, stres ataupun marah memang tidak secara langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tetapi peningkatan hormon-hormon tertentu yang ada dalam tubuh dapat menyebabkan detak jantung yang cepat da penyempitan pembuluh darah.

Reaksi yang tidak sehat ini kemudian bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung serta stroke. Ini berdampak pada risiko kematian akibat tiga kondisi serius tersebut, bisa jadi meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement