Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi korset/hellosehat
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh ramping selain dengan mengatur pola makan adalah dengan menggunakan korset.
Namun perlu Anda ketahui bahwa menggunakan korset tetap ada waktunya. Apalagi jika menggunakan korset setiap hari dalam jangka yang panjang maka bisa menimbulkan masalah serius.
Berikut ini beberapa masalah yang ditimbulkan dari keseringan memakai korset, dilansir dari hellosehat:
Menurut dr. Christopher Ochner, pakar kesehatan dari Mount Sinai Hospital di Amerika Serikat, efek pakai korset terlalu lama bisa membuat Anda sulit bernapas. Lebih lanjut, dr. Christopher Ochner juga meningatkan bahwa beberapa wanita dilaporkan pingsan karena memakai korset terlalu ketat seharian sehingga saluran pernapasannya terhambat. Ini disebabkan oleh kapasitas paru-paru yang menurun akibat terhimpit tekanan kuat dari korset.
Selain masalah pernapasan, Anda yang sering memakai korset atau waist trainer juga rentan terhadap gangguan pencernaan. Pasalnya, sama seperti paru-paru yang terhimpit, begitu juga dengan sistem pencernaan Anda. Usus dan lambung jadi harus bekerja lebih keras dalam menggerakkan dan mencerna makanan. Tekanan dari korset juga bisa memicu penyakit GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease), yaitu kondisi di mana asam lambung naik melawan gravitasi menuju tenggorokann melemahkan katup lambung.
Tulang-tulang wanita dari abad ke-18 yang dipelajari para ahli menunjukkan bahwa penggunaan korset ketat dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kerusakan atau kelainan bentuk tulang. Tulang rusuk para wanita di Inggris dan Perancis tersebut membengkok dan membentuk huruf S. Jika sudah lebih parah, kerusakan ini bisa saja mengakibatkan cedera tulang, misalnya retak atau menusuk organ dalam tubuh. Akan tetapi, hal ini belum pernah tercacat dalam sejarah medis.
Atrofi adalah penyusutan atau pengecilan organ serta jaringan dalam tubuh. Dalam kasus ini, memakai korset setiap hari berisiko menyebabkan atrofi dinding perut dan atrofi otot perut bagian samping (oblique). Akibatnya, bukannya terlihat sehat dan kencang, massa otot di perut pun justru melemah. Jika Anda mengalami atrofi, Anda mungkin jadi tidak kuat berdiri kelamaan tanpa penopang atau sandaran apa pun. Apalagi kalau Anda sedang tidak mengenakan korset.
Mengikat pinggang, perut, dan punggung bawah Anda dengan korset akan mengakibatkan peredaran darah tidak lancar. Terutama pada punggung bawah yang bertugas untuk menunjang postur tubuh Anda. Karenanya, punggung jadi terasa nyeri, kaku, dan kebas. Ketika melepas korset pun Anda cenderung membungkuk karena punggung bawah tidak kuat menopang beban tubuh Anda setelah seharian mendapat tekanan berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.