JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Poster film Ngeri-Ngeri Sedap./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Jelang penayangannya di bioskop pada 2 Juni 2022 mendatang, film Ngeri-ngeri Sedap pun merilis trailer dan poster pada Rabu (20/4/2022).
Mengambil genre drama komedi, film yang disutradarai dan ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk ini dibintangi oleh Arswendy Nasution, Tika Panggabean, Boris Bokir, Gita Bhebhita, Lolox, dan Indra Jegel.
Dengan latar suku Batak, Ngeri-ngeri Sedap berkisah tentang Pak Domu dan Mak Domu yang rindu pada anak-anaknya. Di rumah, mereka hanya tinggal dengan anak keduanya, sedangkan anak pertama, ketiga, dan keempat sudah lama merantau dan tak pulang-pulang.
BACA JUGA: Hari Bumi 22 April, Mengenal Sejarah dan Bedanya dengan Hari Bumi Equinoks
Nah, usut punya usut, ketiga anak tersebut ogah pulang lantaran memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Pak Domu. Singkat cerita, untuk mengakali persoalan tersebut, Pak Domu dan Mak Domu lantas menyusun strategi yang "ngeri-ngeri sedap".
Mereka berdua berpura-pura bertengkar hingga ingin bercerai, agar anak-anaknya pulang dan kembali berkumpul di kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.
Sebanyak 244 personel gabungan memadamkan kebakaran hutan Gunung Lawu. Medan sulit dan angin kencang menghambat penanganan api.