Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Ilustrasi olahraga lari/Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN-Isu kesehatan mental semakin mencuat di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tidak sedikit yang membutuhkan pertolongan pakar seperti psikolog dan psikiater. Padahal ada cara lain untuk meningkatkan kesehatan mental, yakni dengan lari.
Lari merupakan salah satu olahraga yang terbilang mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan banyak peralatan. Olahraga ini juga dapat menyehatkan tubuh, bukan hanya secara fisik tetapi juga pada mental seseorang.
Peneliti psikologi, dosen sekaligus pendiri HatiPlong, Farah Djalal menjelaskan ada banyak isu kesehatan mental yang sering dialami kaum muda. Mulai dari kecemasan, depresi dan stress, serta belum lagi stigma dan diskriminasi terhadap mereka yang sedang mengalaminya.
Ketika orang mengalami stres, katanya, penyaluran emosi dapat dilakukan secara fisik dengan berolahraga dan secara mental dengan \'curhat\'. "Nah, berlari merupakan salah satu olahraga yang terbukti oleh penelitian mampu memproduksi hormon endorphins pemicu perasaan positif serta produksi hormon Leptin yang meningkatkan energi dan motivasi seseorang," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (20/1/2022).
Menurut Farah, berlari bisa memberikan manfaat untuk kesehatan mental. Keseimbangan antara fisik dan mental, kata Farah merupakan salah satu kunci untuk memiliki well-being yang berkualitas. "Terkadang jika kita merasa sakit fisik, itu berpengaruh terhadap kesehatan mental. Mental kita juga lagi enggak benar, itu berpengaruh terhadap kesehatan fisik," katanya.
Baca juga: Gaji Harus Anda Prioritaskan untuk Hal Ini
Itulah sebabnya dibuat kampanye Movement Kolektif \'Pelarian\' yang diinisiasi Creative Tribe. Kampanye ini dibuat bagi masyarakat Indonesia yang butuh pelarian dari gangguan kesehatan mental seperti anxiety (gangguan kecemasan), depresi, dan stres, dengan cara berlari.
Strategic Planner Creative Tribe, Iman Sadeqh, mengatakan awal mula kampanye ini terinspirasi dari seorang teman yang bisa berlari hingga puluhan kilometer saat diterjang penat pekerjaan dan aktivitas sehari-hari bersama keluarga.
Lewat berlari, rekan Iman mampu rehat sejenak dari aktivitas keluarga dan pekerjaan, sehingga ia bisa kembali mulai bekerja dan bertemu dengan keluarga. "#pelarian adalah sebuah kegiatan untuk menjauhkan diri dari berbagai isu kesehatan mental seperti anxiety, depresi, stres, dan lainnya, yang dalam kesempatan ini ini dilaksanakan dalam bentuk aktivitas berlari bersama," terang Iman.
Adapun ajang lari bersama ini digelar pada Minggu pagi, 13 Februari 2022, seraya mengenakan kaus putih, tanda turut serta dalam kampanye ini. Tidak ada pertemuan dan tempat khusus untuk pelaksaan kampanye ini. "Siapapun, usia berapapun, bahkan disabilitas sekalipun bisa meramaikan kampanye dengan berlari di mana saja, sejauh yang disanggup lalu mempostingnya di media sosial, dengan hastag #pelarian dan #endxiety," kata Iman. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.