New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
tangkapan layar sampul warkop DKI/youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Tanggal 18 Desember ini, tepat 24 tahun Kasino Hadiwibowo atau sohor disebut Kasino, pelawak canggih dari grup lawak Warkop DKI, meninggal. Kasino wafat 18 Desember 1997, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta akibat penyakit tumor otak.
Sebagian generasi boomers dan generasi milenial tentunya mengenal secara baik Kasino, yang wajahnya bersama Dono dan Indro kerap tayang di layar kaca saat momen-momen lebaran atau libur anak sekolah.
Di grup Warkop DKI, Kasino dikenal sebagai personel yang paling kocak, pintar bernyanyi dan selalu menghidupkan suasana. Gaya dan celetukannya selalu relevan dan diingat sampai sekarang. Sebut saja kode memalak bosnya yakni "Jangkrik Bos," "Bodoh dipiara, kambing dipiara bisa gemuk" atau nyanyian kodenya.
Sejak kecil dan remaja, Kasino yang lahir di Gombong, Jawa Tengah tahun 1950 itu sudah dikenal gemar ngebanyol dan mengocok perut teman-temannya. Masa kecil, remaja dan mudanya dihabiskan di Gombong, Bandung, Cirebon dan Jakarta. Hal itu dikarenakan ia harus mengikuti kerja ayahnya yang merupakan pegawai Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA)
Hal tersebut dilanjutkannya saat menjadi mahasiswa jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Pada 1973, bersama Rudy Badil (belakangan jadi wartawan Kompas) dan Nanu Mulyono, Kasino mengisi acara hiburan di Radio Prambors bertajuk "Obrolan Santai di Warung Kopi.”
Ini merupakan cikal terbentuknya grup Warkop Prambors yang akhirnya bertransformasi menjadi Warkop DKI setelah Dono bergabung di tahun 1974 dan Indro tahun 1976. Sejak melawak di radio hingga televisi, humor mereka seringkali menyerempet politik dan mengkritik situasi sosial.
Dalam biografinya yang dimuat di Majalah Vista, tahun 1982, Kasino mengatakan mengidolakan dan terinspirasi dengan Bing Slamet dan Mang Udel. Pelawak kawakan dari Grup Trio Los Gillos yang merajai dunia komedi tanah air periode tahun 50-60an.
Selain jago melucu, Kasino juga dikenal jago bernyanyi, bahkan mengobrak-abrik lagu-lagu populer. Bersama Nanu, Kasino seringkali mengganti lirik-lirik lagu terkenal menjadi lirik jenaka bahkan ngawur. Tak hanya liriknya yang menjadi jenaka, gaya bernyanyi pun sudah lucu dan menjadi musik parodi.
Dalam buku memoar Warkop DKI berjudul Dari Main-Main Jadi Bukan Main yang ditulis salah satu pendiri Warkop, Rudy Badil, dituliskan Kasino merupakan otak dibalik moncernya karir grup lawak ini. Kasino bisa berperan sebagai juru bicara, pengatur strategi bisnis, humas hingga negosiator bisnis Warkop DKI.
Kesehatan Kasino mulai terganggu setahun sebelum meninggal. Ia sempat jatuh pingsan saat berada di Bandung tahun 1996 dan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatannya diketahui mengidap tumor otak. Setelah didiagnosa menderita tumor otak, Kasino menjalani dua kali operasi.
Pertama di RS Advent Bandung, yang kedua kalinya di RSCM Jakarta. Setelah itu kesehatannya terus menurun hingga akhirnya sempat dirawat dua pekan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda 2-1 atas Serbia pada UEFA Nations League di Phillip Stadion, Eindhoven.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.