3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
llustrasi susu segar/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat ini, kita tidak hanya berhadapan dengan kasus Covid, tetapi juga dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengalami peningkatan di beberapa daerah selama musim hujan ini.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus.
Penyakit ini lebih banyak terjadi saat memasuki hujan. Sebab, saat memasuki musim hujan, banyak genangan air yang menjadi habitat bagi nyamuk. Lingkungan seperti ini sangat cocok bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Umumnya, gejala DBD bersifat ringan, dan muncul 4 hingga 7 hari setelah gigitan nyamuk. Tetapi kondisi ini bisa berkembang menjadi semakin parah hingga menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.
Ketika Anda terkena DBD, hal yang perlu Anda waspadai adalah dehidrasi. Sebab dehidrasi dapat menyebabkan kematian.
Mengutip Klik Dokter, hal ini disebabkan karena racun-racun yang dikeluarkan oleh virus tersebut memicu pelebaran pembuluh darah. Cairan kemudian berpindah keluar dari pembuluh darah, ke jaringan dan tubuh pun akan semakin kekurangan cairan. Kebocoran plasma ini juga bisa menyebabkan syok pada penderita DBD.
Mendapatkan terapi cairan atau rehidrasi adalah cara yang bisa digunakan untuk mencegah dampak buruk dari DBD ini. Pilihan pemberian cairan juga penting, terutama minuman atau terapi cairan yang mengandung elektrolit untuk mengatasi dehidrasi.
Edukator kesehatan Samuel Pola Karta Sembiring melalui akun Instagramnya, Selasa (23/11/2021) membagikan empat jenis minuman yang dapat membantu Anda pulih dari DBD.
Beberapa pasien DBD seringkali mengalami dehidrasi. Minuman isotonik pada umumnya mengandung banyak elektrolit, sehingga dapat mengganti ion-ion tubuh yang hilang.
Anda tentu sudah tidak asing dengan oralit. Oralit seringkali digunakan para orang tua saat anaknya mengalami diare. Minuman ini juga dapat diandalkan untuk mengganti elektrolit- elektrolit yang hilang.
Jus buah merupakan sumber elektrolit yang baik untuk tubuh.Pisang, jeruk, kiwi dan alpukat adalah beberapa buah yang mengandung kalium atau potasium yang tinggi. Sementara itu, tomat adalah salah satu buah yang kaya akan natrium atau sodium.
Anda dapat menggunakan susu apapun, bahkan WHO sangat menganjurkan penggunaan susu bagi pasien DBD. Namun, dr Sam menyarankan untuk menghindari susu cokelat karena jika Anda muntah, ini dapat mengaburkan diagnosis dokter terhadap kecurigaan perdarahan saluran cerna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.