Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Belum Ada Pengumuman Perceraian
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Ilustrasi wanita merasa bersalah akibat makan fast food yang mengandung kolesterol tinggi/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Kebiasaan makan makanan siap saji atau fast food saat ini makin tinggi di Indonesia. Apalagi dengan makin banyaknya restoran siap saji yang tersebar di seluruh tanah air.
Jika Anda termasuk golongan yang satu ini, ada baiknya mengetahui efek buruk yang ditimbulkannya. Melansir Eat This, keseringan makan makanan junk food ini, bisa memicu lima penyakit kronis yang serius dan mematikan.
Jadi, mulai sekarang ada baiknya Anda mulai menguranginya.
Jenis penyakit apa saja yang bisa dipicu oleh keseringan makan fast food? Ini daftarnya :
Makanan siap saji dan makanan olahan tinggi lemak jenuh yang bisa memicu peningkatan risiko penyakit jantung. Para ahli seperti American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak jenuh Anda tidak lebih dari 13 gram sehari.
Berbagai penelitian telah menemukan bahwa minum soda manis atau soda diet secara teratur dapat meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik yakni suatu kondisi yang terkait dengan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida darah tinggi, kolesterol HDL ("baik") rendah, dan lingkar pinggang yang besar yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan demensia.
Obesitas, makan terlalu banyak gula tambahan, terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan semuanya terkait dengan peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat memproses gula darah dengan baik.
Itu karena tubuh menjadi resisten terhadap insulin, hormon yang ditugaskan untuk pekerjaan penting itu. Satu studi 15 tahun menemukan bahwa risiko mengembangkan resistensi insulin dapat berlipat ganda ketika Anda makan makanan cepat saji lebih dari dua kali per minggu.
Makanan cepat saji tinggi lemak, kalori dan sodium, tiga pengaruh buruk pada tekanan darah Anda. Mengkonsumsi terlalu banyak dan Anda berisiko terkena hipertensi, atau tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya membawa risiko serangan jantung dan stroke.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition, para peneliti menemukan bahwa subjek penelitian yang makan satu makanan cepat saji tinggi lemak melihat tekanan darah mereka melonjak 1,25 hingga 1,5 kali lipat dari kelompok yang makan makanan rendah lemak.
Penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi gula tambahan dan daging olahan dua MVP industri makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko kanker.
Satu studi 2018 yang diterbitkan di BMJ menemukan bahwa peningkatan 10% dalam makanan ultra-olahan (bahan-bahan buatan pabrik yang tinggi lemak, lemak jenuh, gula dan garam) dalam makanan seseorang dikaitkan dengan risiko kanker 12% lebih tinggi.
Minuman, produk manis, lemak, dan saus paling kuat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Sementara makanan olahan manis paling kuat terkait dengan kanker payudara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya
Desta resmi keluar dari Vindes Corp setelah 5 tahun. Presenter itu minta publik tak berspekulasi. Hubungan dengan keluarga VINDES tetap baik
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.