Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Terancam Tertekan
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Kosmetik./istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Bahan Kimia tidak dapat lepas dari kehidupan kita. Produk pembersih seperti deterjen atau pembersih lantai misalnya, mengandung bahan Kimia. Selain itu, parfum, sampo, sabun cuci piring hingga hand sanitizer juga mengandung bahan Kimia.
Meski nampak aman dan memiliki manfaat, paparan berulang bahan Kimia dari waktu ke waktu dapat memicu masalah kesehatan. Bahkan, banyak penelitian telah mengidentifikasi bahan Kimia yang berpotensi berbahaya dalam produk sehari-hari, mulai dari Kosmetik hingga pembungkus makanan.
Apa saja bahan Kimia tersebut? Berikut adalah empat bahan Kimia umum, yang dikaitkan dengan efek kesehatan yang merugikan dalam jangka panjang, melansir Insider, Rabu (20/10/2021).
Phthalates adalah senyawa atau zat kimia yang digunakan untuk memberikan fleksibilitas dan daya tahan pada polimer. Senyawa buatan manusia ini sangat umum dijumpai, dan dapat Anda temukan pada ribuan produk konsumen termasuk sampo, makeup, parfum dan beberapa kemasan makanan.
Diethylphthalate adalah phthalate yang paling umum digunakan dalam kosmetik, menurut FDA. Anda juga dapat melihat dimetil ftalat dan dibutil ftalat pada label bahan, dua turunan yang jarang digunakan yang ditemukan dalam cat kuku.
Paparan ftalat telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi yang mengancam jiwa, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Bahan kimia juga diketahui mengganggu fungsi hormon, yang dapat mengganggu sistem reproduksi dan kekebalan tubuh, serta perkembangan otak prenatal.
Bisphenol A, atau disingkat BPA, adalah plasticizer umum lainnya yang mirip dengan phthalate. Keduanya membuat plastik lebih mudah ditekuk dan tahan lama.
FDA melarang penggunaan BPA dalam botol bayi dan kemasan susu formula pada tahun 2012, tetapi telah berdiri dengan klaim bahwa senyawa tersebut aman dalam makanan pada tingkat saat ini. Namun, setidaknya 40 penelitian telah menemukan efek samping yang disebabkan oleh dosis BPA di bawah standar FDA.
BPA telah dikaitkan dengan obesitas, keguguran berulang, sindrom ovarium polikistik, hiperplasia endometrium, dan peningkatan risiko kanker payudara. Paparan BPA dalam kandungan atau anak usia dini juga dapat mempengaruhi perkembangan kelenjar prostat dan otak.
Senyawa alkil per dan polifluorinasi (PFAS) adalah sekelompok bahan kimia buatan manusia yang digunakan untuk membuat berbagai macam produk sehari-hari, mulai dari kemasan makanan hingga pakaian. Mereka terkenal lambat terurai.
Mereka dapat berlama-lama di lingkungan dan tubuh manusia selama bertahun-tahun, menyebabkan masalah kesehatan termasuk kanker, ketidakseimbangan hormon, dan masalah kesuburan.
Paraben adalah sekelompok bahan kimia yang sering digunakan sebagai pengawet untuk produk makeup dan perawatan kulit. Bahan kimia ini dapat mencegah jamur dan bakteri tumbuh di produk, memperpanjang umur simpannya.
FDA mengatakan paraben aman untuk digunakan dalam produk kosmetik, setidaknya dalam jumlah yang sangat kecil yang biasanya digunakan. Tetapi penelitian menunjukkan bahkan sejumlah kecil paraben dapat melewati kulit dan masuk ke dalam tubuh, dan itu dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Methylparaben, propylparaben, dan butylparaben adalah tiga bahan paraben yang paling umum untuk diwaspadai. Banyak merek telah bergeser untuk menawarkan produk berlabel ‘bebas paraben’, tetapi itu mungkin berarti mereka menggunakan pengawet lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Dinkes Sleman menegaskan tidak memiliki kewenangan mencabut SIP tenaga kesehatan secara langsung terkait dugaan daycare ilegal yang tengah diselidiki polisi.
Gestur tangan analis VAR Shaun Evans di Piala Dunia 2026 memicu kontroversi. Fare mendesak FIFA menyelidiki dugaan penggunaan simbol yang dikaitkan dengan white
Tak perlu waktu lama, permintaan Sukristanto memilki sambungan air bersih untuk rumahnya langsung direspons melalui program CSR PDAM Tirta Merapi Klaten.
IHSG ditutup melonjak 4,12 persen ke level 6.254,97 setelah pasar merespons positif kesepakatan damai AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul.