Purbaya: Pelaku Perugian Negara Akan Dikejar, Belajar dari Kasus Eddy
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Ilustrasi ibu hamil/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wanita hamil yang mendapatkan lebih banyak sinar matahari pada trimester pertama kehamilan memiliki risiko kelahiran bayi prematur dan keguguran yang lebih rendah.
Penelitian ini dilakukan pada Juli 2021 yang diterbitkan di Frontiers in Reproductive Health. Peneliti menganalisis catatan kesehatan hampir 400 ribu ibu dan lebih dari 500 ribu bayi yang lahir di Skotlandia setelah 24 minggu kehamilan.
Para peneliti menemukan bahwa wanita yang terpapar lebih banyak sinar Matahari pada trimester pertama memiliki risiko 10 persen lebih rendah mengalami masalah dengan plasenta yang terkait dengan kelahiran prematur dan kehilangan bayi dibandingkan dengan mereka yang kurang terpapar sinar matahari.
Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan antara paparan sinar matahari dan risiko kelahiran prematur pada trimester kedua.
"Ini membuka mekanisme baru, dan jalur terapi potensial, untuk pencegahan kelahiran prematur," tulis para peneliti, seperti dilansir dari Very Well Health pada Selasa (21/9/2021).
Perlu diingat, penelitian ini tidak menyelidiki mengapa sinar matahari dapat membantu, melainkan ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa itu terjadi.
Pasalnya, sinar matahari menyebabkan pelepasan oksida nitrat dari kulit yang melemaskan pembuluh darah.
"kami percaya ini dapat membantu kehamilan yang sehat untuk terbentuk di dalam rahim,” peneliti kedokteran ibu-janin di The University of Edinburgh, Sarah Stock.
Stock melanjutkan nitric oxide juga dapat mengendurkan rahim serta membantu mencegah kontraksi dini.
Adapun teori lain, kata Stock, adalah bahwa hubungan antara kelahiran prematur dan sinar matahari lebih banyak memiliki vitamin D yang diproduksi tubuh Anda saat terkena sinar matahari.
“Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat kelahiran prematur lebih tinggi pada wanita dengan kadar vitamin D rendah, yang mungkin karena vitamin D membantu mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kelahiran prematur,” jelasnya.
Untuk menurunkan risiko kelahiran prematur, beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin dan mendapatkan vaksinasi Covid-19.
"Pastikan minum multivitamin prenatal, hindari tembakau dan asap rokok, olahraga, dan makan makanan yang seimbang," kata pakar kesehatan wanita Jennifer Wider.
Wider menambahkan hal penting lainnya adalah membuat janji temu secara teratur dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter selama masa kehamilan.
“Mendapatkan vaksinasi Covid-19 jika Anda belum mendapatkannya, karena penelitian telah menemukan hubungan antara memiliki virus dan kelahiran prematur,” tambah Stock.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Kecelakaan truk tangki dan motor di Sumberpucung, Malang, menewaskan satu pengendara di tempat kejadian pada Selasa.
Video penarikan mobil pedagang bakso oleh debt collector di Semarang viral. Warung disebut belum kembali beroperasi setelah kejadian tersebut.
Temuan pelajar SMP yang kedapatan membeli minuman oplosan saat operasi penegakan peraturan daerah menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Bantul
Tren HP baterai jumbo semakin diminati. Daya tahan lebih lama membuat banyak pengguna mulai mengurangi ketergantungan pada powerbank.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,8 miliar untuk rehabilitasi 615 RTLH pada 2026. Program dimulai Juli dan menjangkau seluruh kapanewon.