BPJPH Klaim 13 Juta Produk UMKM Kantongi Sertifikat Halal
BPJPH mencatat 13 juta produk UMKM telah bersertifikat halal hingga 2026. Banten menjadi provinsi dengan pendaftar terbanyak.
ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagian pasangan menggunakan air liur untuk melumasi vagina saat berhubungan seks. Padahal kebiasaan ini tentu tak baik bagi vagina Anda, bahkan bisa memicu masalah kesehatan.
Pada dasarnya air liur menjadi cairan tubuh yang umum digunakan saat melakukan hubungan seksual, baik itu saat berciuman, penetrasi, maupun oral seks.
"Tapi sama seperti cairan lainnya, cairan ini memiliki kecenderungan untuk menyebarkan infeksi," kata Dr Niveditha Manokaran, seorang ginekolog seperti yang dikutip dari Healthshots.
"Infeksi menular seksual (IMS) dapat ditularkan melalui air liur Anda" ujar Dr Manokaran.
Baca juga: 3 Ide ‘Tidur Siang Palsu’ Ini Bisa Anda Coba untuk Tingkatkan Kreativitas
Dalam hal ini, herpes genital adalah sesuatu yang paling sering terjadi akibat aktivitas eksual tersebut. Terkadang muncul dalam bentuk lecet dan luka, di lain waktu bisa saja asimtomatik.
Selain herpes genital, kebiasaan ini juga bisa memicu infeksi seperti gonore, klamidia, HPV, sifilis, dan trikomoniasis.
Ilustrasi berhubungan seksual.
Melansir dari Helathshots, bakteri dalam air liur Anda sangat berbeda dengan bakteri di vagina Anda. Jadi, ketika air liur memasuki area vagina Anda, mereka mengganggu mikrobioma vagina dan membuat Anda sangat rentan terhadap infeksi seperti vaginosis bakteri.
"Anda bisa menggunakan kondom dan pelindung gigi selama seks oral, untuk mencegah penularan infeksi," kata Dr Manokaran.
"Lebih baik aman daripada menyesal, jadi pastikan untuk mengambil semua tindakan pencegahan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BPJPH mencatat 13 juta produk UMKM telah bersertifikat halal hingga 2026. Banten menjadi provinsi dengan pendaftar terbanyak.
Jepang menyiapkan pengerahan SDF ke Selat Hormuz dengan tiga syarat utama, termasuk gencatan senjata AS-Iran dan penurunan ancaman keamanan.
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong revisi UU UAP 1930 dan aturan K3 karena dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan industri modern.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal juara Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21, 10-21 dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di final.
Bulog Jateng mempercepat penyaluran bantuan pangan, beras SPHP, dan Minyakita. Stok beras mencapai 366.846 ton hingga Juni 2026.