Dugaan Love Scamming di Semarang, 4 WNA China Ditangkap
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/ Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Masih ada orang yang tertular Covid-19 meski sudah divaksin dua dosis.
Dr. Katherine O\'Brien dari WHO menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi. Menurutnya, vaksin covid yang ada saat ini adalah vaksin yang sangat efektif. Dan orang-orang telah melihat hasil dari uji klinis, kemanjurannya bervariasi hingga 90 persen.
Tetapi itu tidak berarti bahwa 100 persen orang, akan terlindungi dari penyakit. Tidak ada vaksin yang memberikan tingkat perlindungan 100 persen untuk penyakit apa pun.
"Ini tidak berarti bahwa vaksin tidak bekerja. Bukan berarti ada yang salah dengan vaksinnya. Artinya, tidak semua orang yang menerima vaksin memiliki perlindungan 100 persen. Apa yang benar-benar ingin kami tekankan kepada orang-orang adalah bahwa sangat penting untuk mendapatkan vaksinasi karena vaksin ini benar-benar efektif dan memberi Anda peluang yang sangat bagus untuk tidak mengembangkan penyakit," ujarnya dikutip dari laman resmi WHO.
Dia juga memaparkan ada beberapa hal tentang infeksi terobosan yang perlu diketahui.
Yang pertama adalah bahwa tingkat keparahan penyakit di antara orang-orang yang memiliki infeksi terobosan lebih ringan daripada tingkat keparahan penyakit di antara orang-orang yang tidak divaksinasi.
Jadi vaksin bereaksi dalam beberapa cara yang berbeda. Pertama, tentu saja, mencegah orang terkena penyakit. Dan bahkan ketika penyakit memang terjadi di antara seseorang, orang-orang yang divaksinasi lengkap, tingkat keparahan penyakit itu lebih sedikit.
Kedua, orang yang berada pada peningkatan risiko penyakit, dengan sistem kekebalan yang lemah, dan lansia memiliki risiko lebih besar untuk mengalami penyakit terobosan.
Baca juga: 27,2 Juta Warga Indonesia Sudah Mendapatkan Vaksin Covid-19 Lengkap
Ketiga, penularan terjadi karena makin besarnya virus yang berada di lingkungan orang tersebut. Semisal banyaknya orang yang terinfeksi di sekelilingnya.
"Jadi fungsi utama vaksin adalah untuk melindungi Anda dari penyakit. Dan jika Anda terkena penyakit, gejala Anda akan lebih ringan, dan vaksin juga mengurangi penularan infeksi virus dari satu orang ke orang berikutnya," paparnya.
Dia juga mengatakan vaksin memiliki beberapa cara kerja yang berbeda.
Yang pertama adalah mereka dapat melindungi Anda dari infeksi sama sekali. Cara kedua mereka bekerja adalah jika Anda terinfeksi, Anda sebenarnya melepaskan virus itu untuk jangka waktu yang lebih singkat daripada jika Anda tidak divaksinasi.
Dan cara ketiga vaksin bekerja, jika Anda terinfeksi, jumlah virus yang ada di hidung Anda, di bagian belakang tenggorokan yang Anda keluarkan dan berpotensi menularkan ke seseorang lebih sedikit virusnya. Ada lebih sedikit kepadatan virus dalam diri Anda dan risiko Anda menularkannya ke orang lain lebih kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Investor mulai menggarap bioskop di Wates dengan memanfaatkan eks Bioskop Mandala. Proses perizinan berjalan dan operasional ditargetkan akhir 2026.
Menkeu Purbaya memastikan tarif pajak tidak naik dalam jangka menengah. Pemerintah memilih memperluas basis pajak dan memperkuat pengawasan penerimaan negara.
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.
KPK mendalami dugaan pengaturan lelang di Kemenhub untuk memenangkan PT IPA dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalur kereta api.
Dugaan pungli di TPR Pantai Parangtritis masih didalami. Pengelola meminta wisatawan memeriksa kembali jumlah tiket sebelum meninggalkan loket.