Asian Games 2026: Mikhayla Shanum Caya Atlet Termuda Indonesia, Woli Hamsan Tertua
Mikhayla Shanum Caya menjadi atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026 pada usia 11 tahun 11 bulan. Woli Hamsan tercatat sebagai atlet tertua.
Kopi susu - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Tren kopi kekinian belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berbagai varian kopi susu dengan tambahan sirup, krimer, boba, hingga aneka topping terus bermunculan dan menarik perhatian konsumen.
Meski menawarkan rasa yang lezat dan tampilan menarik, konsumsi kopi kekinian secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah dampak kesehatan. Kandungan gula, kalori, serta kafein yang cukup tinggi menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
Berikut sejumlah efek yang berpotensi muncul jika terlalu sering mengonsumsi kopi kekinian, yang dikutip dari Alodokter.
1. Asupan Gula Berlebihan
Satu gelas kopi kekinian dapat mengandung sekitar 20 hingga 30 gram gula tambahan. Jumlah ini sudah mendekati setengah dari batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya.
2. Berat Badan Mudah Naik
Tambahan susu, krimer, sirup, dan topping membuat kandungan kalori kopi kekinian jauh lebih tinggi dibanding kopi hitam biasa.
Tanpa disadari, konsumsi rutin setiap hari dapat menyebabkan surplus kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.
3. Sulit Tidur di Malam Hari
Kafein dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam setelah dikonsumsi. Karena itu, minum kopi pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu kualitas tidur.
Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup dan justru memicu rasa lelah keesokan harinya.
4. Jantung Berdebar
Pada sebagian orang, konsumsi kafein berlebih dapat memicu peningkatan denyut jantung atau palpitasi.
Efek ini lebih berisiko bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
5. Memicu Rasa Cemas
Terlalu banyak kafein dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf sehingga memunculkan rasa gelisah, gugup, hingga kecemasan berlebihan.
Kondisi ini biasanya lebih sering dialami oleh orang yang sensitif terhadap kafein.
6. Gangguan Lambung
Kopi diketahui dapat merangsang produksi asam lambung.
Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri ulu hati, perut tidak nyaman, hingga memperparah gejala gastroesophageal reflux disease (GERD).
7. Ketergantungan Kafein
Semakin sering mengonsumsi kopi, tubuh bisa semakin terbiasa dengan asupan kafein.
Akibatnya, seseorang merasa kurang berenergi atau sulit berkonsentrasi ketika tidak minum kopi.
8. Sakit Kepala Saat Berhenti Minum Kopi
Gejala putus kafein dapat muncul ketika seseorang yang terbiasa minum kopi menghentikan konsumsinya secara mendadak.
Keluhan yang sering muncul antara lain sakit kepala, mudah lelah, mengantuk, dan perubahan suasana hati.
9. Gigi Menjadi Kuning
Pigmen warna pada kopi dapat menempel pada permukaan gigi dan meninggalkan noda.
Jika terjadi dalam jangka panjang, warna gigi bisa tampak lebih kusam dan menguning.
10. Lebih Sering Buang Air Kecil
Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Meski tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
11. Kalori Harian Membengkak
Beberapa menu kopi kekinian dapat mengandung 300 hingga 500 kalori per gelas.
Jika dikonsumsi setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, jumlah tersebut dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dalam jangka panjang.
12. Sulit Fokus
Meski sering dianggap dapat meningkatkan konsentrasi, konsumsi kafein berlebihan justru bisa menimbulkan efek sebaliknya.
Tubuh yang terlalu terstimulasi dapat mengalami kegelisahan sehingga sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau aktivitas tertentu.
13. Memengaruhi Pola Makan
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara rutin dapat membuat seseorang semakin menyukai makanan tinggi gula.
Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini berisiko meningkatkan angka obesitas dan berbagai penyakit metabolik.
Cara Menikmati Kopi Kekinian dengan Lebih Sehat
Pecinta kopi tidak harus berhenti menikmati minuman favoritnya. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar konsumsi kopi tetap aman:
Kopi kekinian tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup modern selama dikonsumsi secara bijak. Dengan mengontrol asupan gula, kalori, dan kafein, Anda tetap dapat menikmati secangkir kopi favorit tanpa mengorbankan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mikhayla Shanum Caya menjadi atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026 pada usia 11 tahun 11 bulan. Woli Hamsan tercatat sebagai atlet tertua.
Google didenda 403 juta euro atau sekitar Rp8,2 triliun oleh regulator Irlandia karena pelanggaran GDPR terkait pemrosesan data lokasi pengguna.
Pelatih Singapura Gavin Lee menyadari Timnas Indonesia lebih kuat di FIFA ASEAN Cup 2026. Singapura siap menghadapi tantangan di GBK.
Salma Salsabil masuk nominasi AMI Awards 2026 kategori Artis Solo Soul/R&B Terbaik lewat Hatchu!! setelah menang pada 2024.
Simak 5 cara parkir mobil di ruang sempit, mulai dari menentukan posisi awal, menggunakan sensor parkir hingga kamera 360 derajat.
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.