Advertisement
Kendalikan Emosi Anak dan Orang Tua saat Pandemi dengan 8 Cara Ini!
Psikolog Anak, Fathya Artha Utami
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Psikolog Anak, Fathya Artha Utami mengatakan emosi yang dipendam orangtua selama pandemi bisa menular pada anak karena anak punya kemampuan merasakan dan meniru orang tuanya.
"Dimana anak baru berusia di bawah lima tahun, mereka baru belajar regulasi emosi ketika mereka merasakan emosi tertentu langsung mereka ekspresikan," ujarnya secara virtual pada acara Virtual Media Briefing Tokopedia Hari Anak Nasional: Orang Tua Bahagia, Kunci Kesehatan Mental Anak, Kamis (22/7/2021).
Advertisement
Fathya menjelaskan, pada saat anak sedang rewel seperti itu, ibu atau ayahnya juga cepat marah karena sedang tidak karuan karena pandemi. Padahal jika bisa menangkap maksud dari sikap si anak, orang tua bisa lebih bisa mengendalikan emosi tersebut.
Padahal, mengkomunikasikan emosi dengan tepat adalah hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mental ibu dan anak saat pandemi.
Berikut tips mengendalikan emosi orang tua dan anak saat pandemi:
1. Cek emosi secara regular.
2. Jujur dengan emosi yang dirasakan orangtua.
3. Bersama anak menerima emosi yang dirasakan.
4.Bersama anak menyusun strategi untuk menenangkan.
5. Semua emosi valid dan diterima. Jangan hanya memilih menerima emosi bahagia anak saja, tampung semua jenis emosi anak. Baik itu marah, sedih atau resah, bebaskan anak menunjukan ekspresi tersebut. Jika di tahan, justru anak akan merasa tertekan. Namun jika
6. Anggap semua perasaan anak penting. Dengarkan tanpa distraksi.
7. Ingat selalu untuk bantu menamai emosi anak.
8. Hadapi dengan tenang. Rembukan opsi, batasan, dan solusi masalah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Teror Aktivis KontraS, Peradi Minta Jaminan Keamanan bagi Penggiat HAM
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Buka Puasa Jogja 13 Maret 2026: Magrib 17.56 WIB
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
- 208 Dapur MBG DIY Dihentikan, SLHS Jadi Syarat Operasional
Advertisement
Advertisement







