Dugaan Love Scamming di Semarang, 4 WNA China Ditangkap
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Liver
Harianjogja.com, JAKARTA - Banyak orang dengan penyakit hati stadium lanjut memiliki beberapa derajat Hepatic Encephalopathy (HE). Hal tersebut disampaikan oleh British Liver Trust.
Ini pada dasarnya adalah penurunan fungsi otak. Hati yang rusak parah tidak dapat lagi mengeluarkan racun dari darah, yang menyebabkan gejala mental dan fisik HE. Saat lebih banyak racun menumpuk di otak, tulisan tangan mungkin menjadi kurang jelas dan goyah.
Tanda lain dari penurunan mental, karena penyakit hati berlemak, dapat berupa "sedikit mengantuk".
Tanda-tanda halus seperti itu mungkin sulit Anda perhatikan sendiri, tetapi seseorang yang dekat mungkin menyadari bahwa ada sesuatu yang memengaruhi Anda.
Misalnya, orang dengan penyakit hati stadium lanjut mungkin kesulitan untuk berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
Selain itu, kemampuan untuk bekerja dengan baik dalam permainan kata atau kalkulasi mungkin akan menurun.
Baca juga: Indonesia Diminta Lupakan Herd Immunity, Ini Alasannya
Seseorang yang terkena penyakit hati stadium lanjut mungkin juga tampak kurang "dengan itu" dan waspada. Selain itu, hal itu dapat menyebabkan orang tersebut menjadi sedikit berkaca-kaca dan lebih emosional dari biasanya.
Selain itu, individu mungkin merasa mengantuk di siang hari tetapi waspada di malam hari.
Gejala yang lebih lanjut dapat meliputi:
1. Gemetar yang mencegah Anda memegang minuman tanpa menumpahkannya
2. Kebingungan
3. Kepribadian berubah
4 Paranoia
5. Terhuyung-huyung atau jatuh
Tanda-tanda memburuknya fungsi hati ini sebaiknya didiskusikan dengan dokter Anda sesegera mungkin.
Organisasi Nasional untuk Gangguan Langka (National Organisation for Rare Disorders / NORD) menyoroti bahwa banyak gejala HE yang "dapat disembuhkan ketika segera diidentifikasi dan diobati".
NORD menambahkan: "Para peneliti sekarang percaya bahwa sebanyak 70 persen orang dengan sirosis mengembangkan gejala ensefalopati hepatik [HE]."
Yayasan Hati memang memperingatkan bahwa "perkembangan mungkin tidak berhenti meskipun telah dilakukan upaya terbaik".
Apa itu sirosis?
Sirosis adalah jaringan parut yang luas pada hati yang menggantikan jaringan lunak dan sehat.
Jaringan parut tidak dapat mengubah racun menjadi zat yang tidak berbahaya, dan juga dapat menghalangi aliran darah melalui hati.
Tanda-tanda umum sirosis meliputi:
1. Kehilangan selera makan
2. Kelelahan
3. Mual
4. Penurunan berat badan
5. Sakit perut
6. Pembuluh darah seperti laba-laba
7. Gatal parah
8. Penyakit kuning
9. Mudah memar dan berdarah
10. Pembengkakan kaki yang menyakitkan
Sirosis dapat menyebabkan gejala HE jika kondisi tersebut dipicu dengan cara tertentu.
Pemicunya termasuk infeksi, sembelit, dehidrasi, alkohol berlebihan, atau operasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.