Advertisement
Studi: Bermain Boneka Membawa Manfaat Besar untuk Anak
Ilustrasi - Antara/Mohammad Ayudha/dok
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah studi menyebutkan bahwa permainan boneka mengaktifkan daerah otak yang memungkinkan anak-anak mengembangkan empati dan keterampilan pemrosesan informasi sosial, bahkan ketika bermain sendirian.
Studi yang dilakukan oleh Barbie dan tim ahli saraf dari Universitas Cardiff, Inggris melibatkan 42 anak dengan perincian 20 anak laki-laki dan 22 anak perempuan, dan berusia 4-8 tahun dengan data lengkap diambil dari 33 anak.
Advertisement
Kemudian, survei juga dilakukan pada Juli 2020 di 22 negara berbeda dengan menanyai 15.000 orang tua dari anak-anak berusia 3-10 tahun.
Baca juga: BTS Sabet 2 Penghargaan di American Music Award 2020
Berdasarkan siaran pers yang diterima Bisnis pada Selasa (24/11/2020), penelitian yang dilakukan dengan menggunakan boneka dari Barbie tersebut mengungkapkan bahwa bermain boneka memiliki manfaat, namun masih banyak orang tua yang belum menyadarinya.
Hal ini dapat terlihat dari hasil studi yang menunjukkan 91 persen orang tua menilai empati merupakan keterampilan sosial utama yang ingin mereka kembangkan pada anak mereka, tetapi hanya 26 persen yang menyadari bahwa bermain boneka dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan ini.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa bermain dengan boneka dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan bermain dengan tablet karena memungkinkan mereka mengembangkan empati dan keterampilan sosial, bahkan saat anak bermain dengan boneka sendirian.
Kemudian bermain boneka juga dapat membuat anak belajar cara mengantisipasi kebutuhan orang lain, merencanakan perilaku dan tindakan, memikirkan emosi orang lain, serta keterampilan diplomasi dan bagaimana menyelesaikan permasalahan. Manfaat bermain boneka sendirian ini juga terbukti sama untuk anak laki-laki dan perempuan
Lisa McKnight, SVP dan Global Head of Barbie and Dolls, Mattel, mengungkapkan boneka Barbie dirancang sedemikian rupa untuk mendorong imajinasi anak-anak, dan membantu mereka menciptakan cerita mereka sendiri melalui semua boneka dan rangkaian mainan.
"Hasil penelitian terbaru ini memperkuat tujuan Barbie untuk menginspirasi potensi tak terhingga pada setiap anak dan menawarkan manfaat penting bagi orang tua untuk perkembangan anak," katanya dalam siaran pers pada Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Sekolah Dibuka Januari 2021, Gubernur Ganjar Bakal Selektif Beri Izin
Masih dalam siaran pers yang sama, seorang Ahli Ilmu Empati, Penulis, dan Psikolog pendidikan Michele Borba mengungkapkan temuan ilmiah terbaru dari Universitas Cardiff dan Barbie ini sangat luar biasa dan sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini, mengingat terbatasnya interaksi sosial yang dapat dialami oleh anak-anak.
"Anak-anak yang telah mengembangkan empati dan keterampilan sosial sejak dini terbukti dapat memiliki nilai yang lebih baik, bertahan di sekolah lebih lama, dan membuat pilihan yang lebih baik secara keseluruhan," katanya.
"Memahami bahwa anak-anak dapat mengembangkan keterampilan ini melalui bermain dengan boneka seperti Barbie, adalah hal yang luar biasa dan sangat berguna bagi orang tua," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








